Translate

Sabtu, 28 Juni 2025

AGARTHA


 Mitos Agartha dan teori bumi berongga

Agartha hidup layaknya teori konspirasi lainnya,
seperti Atlantis, Lemuria, piring terbang, atau bumi datar.

Sejak dirilis layanan video berbasis langganan, Netflix, pada 14 Juni 2024 lalu, film serial fiksi ilmiah supranatural Nightmares and Daydreams yang digarap sutradara Joko Anwar berhasil menarik perhatian penggemar film. Film yang terdiri dari tujuh episode—yang peristiwa dan tokoh-tokohnya saling berhubungan itu—menyuguhkan kelompok makhluk jahat yang disebut Agarthan dari dunia bawah tanah yang disebut Agartha melawan kelompok manusia pilihan yang disebut Antibodi.

Joko tidak mengeksplorasi cerita alien, walau serialnya bergenre fiksi ilmiah. Ia justru mengulik Agarthan, entitas yang tinggal di perut bumi. Agartha hidup sebagai teori konspirasi, layaknya Lemuria, Atlantis, bumi datar, dan piring terbang..




Merujuk The Portalist, akar teori Agartha sudah ada sejak abad ke-19. Tepatnya pada 1886, filsuf dan okultis—ahli ilmu gaib—Prancis, Joseph Alexandre Saint-Yves menerbitkan buku Mission de l’Inde en Europe yang mengklaim pertemuannya dengan orang-orang dari Agartha.

Tahun 1908, penulis Amerika Willis George Emerson menerbitkan The Smoky God, yang konon merupakan kisah nyata seorang pelaut Norwegia bernama Olaf Jansen, yang melintasi pintu masuk ke bumi berongga di Kutub Utara dan tinggal bersama penduduk di sana selama dua tahun.

Lantas, okultis Jerman, terutama yang bergabung dengan Nazi, saat Perang Dunia II memasukkan berbagai kepercayaan dan tradisi yang berbeda ke dalam gagasan mereka, di antaranya adalah kisah Agartha. 


Singkatnya, Agartha adalah kerajaan bumi bagian dalam yang terhubung ke setiap benua melalui jaringan terowongan yang luas. Menurut Explorers Web, konon pintu masuknya terletak di suatu tempat jauh di Himalaya. Jaringan terowongan antarbenua itu disebut diciptakan ras makhluk kuat Old Ones.

“Mereka jauh melampaui manusia secara fisik dan spiritual, serta kecerdasan dan teknologi,” tulis Explorers Web.

Ras misterius itu dikenal sebagai ras yang hampir maha tahu dan sadar semua kejadian di permukaan bumi. Agarthan pernah hidup di permukaan. Namun, saat bumi menjadi tidak stabil, mereka bergerak ke bawah tanah. Agarthan pun dipercaya memiliki dua bahasa dan dapat berbicara lebih dari satu bahasa pada saat yang bersamaan.


Gagasan Agartha sangat terkait dengan teori bumi berongga atau hollow earth. Dilansir dari Geophysical Institute University of Alaska Fairbanks inti dari teori bumi berongga adalah bumi sebagai sebuah cangkang dengan dinding setelah sekitar 800 mil. Di wilayah kutub terdapat lubang selebar 1.400 mil, dengan tepi yang melengkung dari bagian luar cangkang hingga ke dalam.

Teori bumi berongga, dinukil dari Politifact, dimulai ketika astronom Inggris Edmond Halley menginformasikan kepada Royal Society of London pada 1960-an bahwa bumi terdiri dari cangkang bola bersarang yang berputar ke berbagai arah dan mengelilingi inti pusat.

“Halley menduga, ruang di antara cangkang mungkin memiliki atmosfer bercahaya yang mendukung kehidupan,” tulis Politifact.

Lantas, pada awal 1800-an, orang Amerika, John Symmes, mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk meyakinkan dunia bahwa bumi dibentuk oleh serangkaian cangkang konsentris.


“Symmes percaya, ada bermil-mil wilayah menakjubkan yang belum diklaim di bawah kaki kita, dengan tumbuh-tumbuhan subur, ikan, dan heran buruan untuk diambil,” tulis Geophysical Institute.

Kemudian, teori bumi berongga didorong kembali oleh Raymond Bernard—nama samaran. Ia menulis buku The Hollow Earth pada 1960-an. Dalam buku itu, ia menuliskan kisah yang tak masuk akal, tentang Laksamana Byrd yang ia klaim sudah melakukan beberapa perjalanan di dalam bumi dengan masuk melalui lubang-lubang di Kutub Utara.

Terlepas dari itu, faktanya lubang terdalam yang pernah dibor manusia adalah lubang Kola Deep di Arktik, Rusia, yang dikerjakan sejak 1970-an di masa Uni Soviet. Kedalamannya 12.263 meter. Hanya 0,2% dari jarak ke inti bumi.

Seorang profesor geofisika dari University of Chicago, Andrew Campbell, dalam Politifact menyebut, kepadatan bumi lebih besar daripada kepadatan lapisan batuan yang menyusun kerak bumi.


“Bumi memiliki kepadatan rata-rata 5,5 gram per sentimeter kubik, sedangkan batuan di kerak bumi memiliki kepadatan rata-rata 2,7 gram per sentimeter kubik,” kata Campbell dalam Politifact.
“Jika planet kita berongga, kepadatannya akan lebih rendah, bukan lebih besar, dibandingkan kepadatan kerak bumi.”
Campbell mengatakan, para ilmuwan tidak dapat mengunjungi bagian dalam bumi, tetapi punya cara lain untuk mengukur komposisinya. Misalnya, dengan menganalisis gelombang yang dihasilkan oleh gempa bumi yang melintasi bagian dalam, memperlambat dan mengubah jalurnya saat mencapai batas lapisan dalam.


“Kehidupan mungkin ada pada kedalaman yang sangat terbatas di kerak bumi, tetapi tidak lebih dalam dari itu,” ujar Campbell.
“Di mantel dan inti bumi, tekanan dan suhu sangat tinggi, sehingga kehidupan kimiawi tidak mungkin terjadi. Molekul organik kaya karbon akan bereaksi membentuk berlian dan bahan lainnya.”
Campbell yakin, mustahilnya akses ini membuat kedalaman bumi begitu menarik bagi manusia. “ Jadi, orang-orang berfantasi tentang apa yang ada di sana,” tutur Campbell dalam Politifact.



Rabu, 25 Juni 2025

KEMATIAN MICHAEL JACKSON

 Konspirasi Kematian Michael Jackson: Apakah Michael Jackson Masih Hidup?



Michael Jackson, Raja Pop dunia yang dikenal dengan karya-karyanya yang luar biasa, meninggal pada 25 Juni 2009 di Los Angeles akibat serangan jantung yang disebabkan oleh overdosis obat. Namun, di balik penyebab resmi kematiannya, muncul berbagai teori konspirasi yang meragukan cerita resmi ini. Teori-teori ini menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar dan media, bahkan hingga bertahun-tahun setelah kepergiannya.

Pada pagi hari 25 Juni 2009, Jackson ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya oleh dokter pribadinya, Dr. Conrad Murray. Jackson dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit. Autopsi menunjukkan bahwa penyebab utama kematian adalah keracunan propofol, obat bius yang kuat yang seharusnya hanya digunakan dalam prosedur medis yang diawasi ketat. Dr. Murray dinyatakan bersalah atas pembunuhan tidak disengaja pada 2011 karena memberikan obat tersebut tanpa pengawasan yang memadai.

Salah satu teori konspirasi yang populer adalah bahwa Michael Jackson dibunuh. Banyak yang percaya bahwa kematiannya direncanakan oleh kekuatan-kekuatan besar yang berkaitan dengan bisnis dan industri musik. Teori ini didukung oleh pernyataan Jackson sendiri, yang sebelum kematiannya sempat mengaku merasa terancam dan mengatakan bahwa ada orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari dirinya. Ada spekulasi bahwa pihak-pihak ini ingin menguasai katalog musik Jackson, yang bernilai miliaran dolar, terutama setelah Jackson membeli sebagian besar hak atas karya-karya The Beatles.

Pengacara keluarga Jackson dan beberapa penggemar percaya bahwa kematian Jackson tidak murni sebuah kecelakaan, melainkan hasil dari konspirasi untuk mengendalikan kekayaannya dan warisannya. Meski pengadilan telah menjatuhkan hukuman kepada Dr. Conrad Murray, beberapa orang merasa bahwa dia hanya kambing hitam dan pelaku sebenarnya masih bebas.


Teori konspirasi lainnya menyebutkan bahwa Michael Jackson sebenarnya masih hidup dan hanya memalsukan kematiannya. Beberapa penggemar mengklaim bahwa Jackson ingin melarikan diri dari sorotan media dan tekanan hidup sebagai selebriti. Mereka menyebut adanya berbagai bukti yang menunjukkan bahwa Jackson mungkin masih bersembunyi di suatu tempat. Misalnya, ada beberapa laporan tentang penampakan pria yang mirip Jackson setelah kematiannya, dan beberapa orang meyakini bahwa mereka telah melihatnya dalam video atau foto tertentu yang muncul bertahun-tahun setelah dia dinyatakan meninggal.

Ada juga teori yang menuding bahwa industri musik, yang selama ini diwarnai dengan intrik-intrik finansial, memiliki peran dalam kematian Jackson. Jackson diketahui telah berselisih dengan beberapa raksasa dalam industri ini, terutama terkait dengan kontrak dan hak atas katalog musiknya. Beberapa teori menyebutkan bahwa kekuatan besar di balik industri ini tidak menginginkan Jackson hidup lebih lama karena dia semakin vokal dalam mengungkapkan ketidakadilan yang dia rasakan selama kariernya.

Meskipun banyak teori yang beredar, fakta hukum tetap menunjukkan bahwa penyebab kematian Jackson adalah overdosis obat yang diberikan oleh Dr. Conrad Murray. Murray sendiri telah dihukum dan menjalani masa hukuman atas kematian tidak sengaja tersebut. Keluarga Jackson juga beberapa kali mengajukan tuntutan terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab, namun sampai saat ini tidak ada bukti konkret yang mendukung teori-teori konspirasi yang menyatakan bahwa kematian Jackson merupakan pembunuhan yang terencana atau bahwa dia masih hidup.

Kematian Michael Jackson terus menjadi topik yang kontroversial. Meski teori-teori konspirasi tentang kematiannya menarik perhatian, bukti-bukti yang ada mendukung cerita resmi bahwa Jackson meninggal akibat overdosis propofol yang tidak diawasi dengan baik oleh dokter pribadinya. Namun, seperti banyak tokoh legendaris lainnya, Jackson meninggalkan jejak yang begitu mendalam sehingga berbagai spekulasi mengenai hidup dan matinya mungkin akan terus muncul selama bertahun-tahun.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Konspirasi Kematian Michael Jackson: Apakah Michael Jackson Masih Hidup?


Teori konspirasi terkait kematiannya bisa jadi hanyalah refleksi dari ketidakmampuan banyak orang menerima kepergiannya, terutama mengingat betapa besarnya pengaruh dan pencapaiannya selama hidupnya.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Konspirasi Kematian Michael Jackson: Apakah Michael Jackson Masih Hidup?"

Senin, 23 Juni 2025

RMS TITANIC



RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim paling mematikan sepanjang sejarah. Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Satu dari tiga kapal samudra kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.



Para penumpangnya terdiri dari sejumlah orang terkaya di dunia, serta lebih dari seribu emigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia, dan negara-negara lain yang mencari kehidupan baru di Amerika Utara. Kapal ini dirancang senyaman dan semewah mungkin, dengan dilengkapi gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas dan kabin mewah. Kapal ini juga memiliki telegraf nirkabel mutakhir yang dioperasikan untuk keperluan penumpang dan operasional kapal. Meski Titanic mempunyai perlengkapan keamanan yang maju seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh, kapal tersebut tidak memiliki sekoci yang cukup untuk menampung seluruh penumpang kapal. Karena regulasi keamanan laut yang sudah kuno, Titanic hanya mengangkut sekoci yang hanya mampu menampung 1.178 penumpang – sepertiga dari total penumpang dan awak kapalnya. 



Setelah meninggalkan Southampton pada 10 April 1912, Titanic berhenti di Cherbourg, Prancis dan Queenstown (sekarang Cobh), Irlandia sebelum berlayar ke barat menuju New York. Pada tanggal 14 April 1912, empat hari pasca pelayaran, tepatnya 375 mil di selatan Newfoundland, kapal menabrak sebuah gunung es pukul 23:40 (waktu kapal; UTC-3). Tabrakan agak menggesek ini mengakibatkan pelat lambung Titanic melengkung ke dalam di sejumlah tempat di sisi kanan kapal dan mengoyak lima dari enam belas kompartemen kedap airnya. Selama dua setengah jam selanjutnya, kapal perlahan terisi air dan tenggelam. Para penumpang dan sejumlah awak kapal diungsikan ke dalam sekoci, kebanyakan sudah diluncurkan dalam keadaan setengah penuh. Banyak pria dalam jumlah yang tidak sepadan – hampir 90% di Kelas Dua – ditinggalkan karena para petugas yang memuat sekoci mematuhi protokol "wanita dan anak-anak dahulu". Tepat sebelum pukul 2:20, Titanic patah dan haluannya tenggelam bersama seribu penumpang di dalamnya. Orang-orang di air meninggal dalam hitungan menit akibat hipotermia karena bersentuhan dengan samudra yang sangat dingin.710 penumpang selamat diangkat dari sekoci oleh RMS Carpathia beberapa jam kemudian. 


Musibah ini ditanggapi dengan keterkejutan dan kemarahan dunia atas jumlah korban yang besar dan kegagalan regulasi dan operasi yang terjadi serta sekoci dan alat kelengkapan penyelamatan lainnya yang tidak memadai. Penyelidikan publik di Britania dan Amerika Serikat mendorong perbaikan besar-besaran keselamatan laut. Salah satu warisan terpenting dari bencana ini adalah penetapan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), yang masih mengatur keselamatan laut sampai sekarang. Banyak korban selamat kehilangan seluruh kekayaan dan harta benda mereka dan menjadi miskin; banyak keluarga, terutama keluarga awak kapal dari Southampton, kehilangan sumber nafkah utamanya. Mereka semua dibantu oleh banjirnya simpati dan sumbangan amal dari masyarakat. Beberapa pria yang selamat, terutama kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dicela sebagai pengecut karena meninggalkan kapal ketika penumpang lain masih di atasnya, dan mereka diasingkan oleh publik.


Bangkai Titanic masih ada di dasar laut, perlahan hancur di kedalaman 12.415 kaki (3.784 m). Sejak ditemukan kembali pada tahun 1985, ribuan artefak diangkat dari dasar laut dan dipamerkan di berbagai museum di seluruh dunia. Titanic telah menjadi salah satu kapal ternama dalam sejarah. Keberadaannya terus diingat oleh sejumlah buku, film, pameran, dan tugu peringatan.




Sisi Gelap Makhluk Mitologi Putri Duyung, Suka Mengorbankan Manusia

  Suaritoto    -  Putri duyung adalah makhluk mitologi setengah gadis dan setengah ikan atau ular laut. Wanita-wanita ini sering dikenal mis...