Translate

Sabtu, 30 Agustus 2025

Black Hole Terlalu Aneh untuk Dipercaya

 Black Hole atau Lubang Hitam merupakan konsep ekstrem. Bahkan Einstein meragukannya


Berkat Katie Bouman, astronom sekaligus ilmuwan komputer, gambar lubang hitam (black hole) bisa ditangkap untuk pertama kali oleh Teleskop Event Horizon. Gambar ini tak hanya mengonfirmasi teori Albert Einstein, tapi juga memberikan bukti tak terbantahkan kalau monster gravitasi itu ada.

Menurut laman resmi NASA, lubang hitam bukanlah lubang sama sekali. Lubang hitam adalah wilayah di ruang angkasa di mana gaya tarikan gravitasi begitu kuat. Bahkan cahaya pun tak bisa lepas dari jeratannya. Jika bintang yang terang bersinar tepat di sebelah lubang hitam, lubang hitam itu akan menelan cahaya bintang selamanya. 

“Apa pun yang terlalu dekat dengan lubang hitam akan tertelan,” tulis laman itu.

Gravitasi yang kuat terjadi karena materi telah ditekan ke dalam ruang kecil. Kompresi ini dapat terjadi pada akhir kehidupan sebuah bintang. Beberapa lubang hitam adalah hasil dari bintang yang sekarat.

Karena tak ada cahaya yang bisa lolos, lubang hitam tidak terlihat. Namun, teleskop ruang angkasa dengan instrumen khusus dapat membantu menemukan lubang hitam. Mereka dapat mengamati perilaku material dan bintang yang sangat dekat dengan lubang hitam.

Jauh sebelum gambar yang baru-baru ini dirilis NASA, fisikawan termasyur asal Jerman, Albert Einstein (1879-1955) lewat teori relativitasnya membuka jalan bagi penemuan konsep lubang hitam. Namun, konsep di balik itu sempat dinilai begitu aneh. Karenanya, bahkan ilmuwan yang visioner pun tak yakin akan keberadaan lubang hitam. 

Mengenai idenya itu, Einstein pun punya kekhawatiran yang besar karena konsep yang menjelaskan soal lubang hitam begitu radikal pada masanya.

“Dia menyimpulkan dalam sebuah makalah 1939 di Annals of Mathematics bahwa idenya ‘tidak meyakinkan’ dan fenomena itu tidak ada di dunia nyata,” catat Ian O’Neill, ahli astrofisika dan sains dalam laman.


Teori Ruang-Waktu

Ilustrasi Gambar Blackhole

Menurut Ian O’Neill, lebih dari seabad yang lalu Einstein mengejutkan dunia dengan menjelaskan alam semesta lewat teorinya soal relativitas umum. Teori ini tidak hanya menggambarkan hubungan antara ruang, waktu, gravitasi, dan materi. Namun juga membuka pintu bagi kemungkinan teoretis akan fenomena yang sangat membingungkan yang kemudian disebut lubang hitam.

Dilansir dari Space, teori relativitas umum menyebutkan, gravitasi muncul sebagai konsekuensi adanya pembengkokan waktu dan ruang. Objek yang sangat besar menciptakan lengkungan dalam ruang kosmik (event horizon), yang membuat objek lain tertarik ke dalamnya ketika ia melewati lengkungan itu. 

Teori ini juga membuat prediksi yang spesifik tentang cara kerja bagaimana objek tertarik ke dalam lengkungan itu. Misalnya, teori itu menyatakan kalau lubang hitam ada. Itu bahwa si monster gravitasi punya ruang di mana tak ada satupun objek bisa melepaskan diri dari daya tariknya, bahkan cahaya. 

Mengutip fisikawan Amerika, John A. Wheeler, O’Neill menjelaskan, teori relativitas umum mengatur sifat ruang-waktu. Terutama bagaimana ia bereaksi di hadapan materi. 

“Materi memberi tahu ruang-waktu bagaimana cara melengkung, dan ruang-waktu memberitahu materi bagaimana bergerak,” ujarnya.

Ruang dan waktu tak punya arti lagi menurut relativitas Einstein ketika gaya gravitasi menjadi tak terhingga pada pusat singularitas. 

Singularitas adalah kumpulan materi dalam seluruh jagat-raya, dengan kerapatan, temperatur, dan tekanan yang tak terhingga. Fenomena Big Bang (Ledakan Dahsyat) juga diawali dari suatu singularitas semacam ini. 

Sementara jika gravitasi tak terhingga, sebagaimana yang terjadi pada singularitas, maka ruang-waktu akan terbengkokkan ke pusat singularitas dengan kepadatan yang tak terhingga. Inilah yang terjadi dalam fenomena singularitas pada sebuah lubang hitam.

Fisikawan teoretis Jerman Karl Schwarzschild menemukan bahwa hipotesis soal singularitas akan benar-benar menembus ruang-waktu. Dia menyadari, singularitas dalam astrofisika akan membelokkan ruang-waktu sedemikian parahnya sehingga bahkan cahaya tidak akan cukup cepat untuk keluar dari lubang ruang-waktu yang akan diciptakan singularitas. 

Kendati dalam matematika, singularitas adalah solusi numerik yang menarik. Namun, singularitas dalam astrofisika, pada waktu itu begitu dihindari, karena tidak ada mekanisme yang diketahui yang dapat menghasilkannya. Namun, Schwarzschild bertahan dengan pemikirannya itu hingga kematiannya pada 1916.

“Meskipun ini adalah konsep yang menarik, tidak ada mekanisme yang diketahui yang dapat menciptakan singularitas di alam, sehingga gagasan itu sebagian besar diabaikan,” catat O’Neill.

Konsep Lubang Hitam Lahir


Bintang yang hancur, bernama N6946-BH1, 25 kali lebih besar dari matahari. Ia melemah pada2009 dan pada 2015, sudah tidak ada lagi. Dengan proses eliminasi yang cermat, berdasarkan pengamatan, para peneliti akhirnya menyimpulkan bintang itu pasti telah menjadi lubang hitam. Ini mungkin nasib bintang-bintang yang sangat masif di alam semesta. (NASA, ESA, DAN P. Jeffries (STScl)

Berdasarkan pendapat keduanya, singularitas adalah bagian dari ekosistem kosmik. Fenomena ini merupakan bagian dari evolusi alami bintang-bintang masif setelah mereka kehabisan bahan bakar dan mati.

Baru pada 1967, 12 tahun setelah kematian Einstein pada 1955, singularitas astrofisika ini dikenal sebagai “lubang hitam”. Ini adalah sebuah istilah yang diciptakan oleh fisikawan Amerika John A. Wheeler selama konferensi di New York, untuk menggambarkan nasib suram sebuah bintang masif setelah kehabisan bahan bakar dan runtuh dengan sendirinya.

“Lubang hitam mengajarkan kita bahwa ruang dapat diremas-remas seperti selembar kertas menjadi titik yang sangat kecil, bahwa waktu dapat dipadamkan seperti nyala api yang dipadamkan, dan bahwa hukum fisika yang kita anggap sebagai suci, kekal, ternyata tidak,” tulis Wheeler dalam otobiografinya pada 1999, dikutip O’Neill.



Jumat, 29 Agustus 2025

Apakah Naga Itu Nyata? Ini Kata Ilmuwan dan Sejarawan

 


Naga adalah salah satu makhluk mitos paling terkenal yang muncul dalam berbagai cerita dan kebudayaan. Sebut saja legenda Tiongkok, dongeng Eropa, hingga film dan buku fantasi modern. Sosoknya yang sering digambarkan sebagai reptil raksasa bersayap, mampu menyemburkan api, dan memiliki kekuatan luar biasa, membuatnya terus memikat imajinasi banyak orang dari generasi ke generasi.

Namun, di balik kisah-kisah fantastis itu, apakah naga itu ada di dunia nyata atau hanya hasil imajinasi manusia semata? Untuk menjawabnya, yuk, kita telusuri bagaimana legenda naga bermula hingga temuan fosil yang dulu sempat dikira bagian tubuh makhluk mitos ini!

Apakah naga itu nyata?


Kalau kamu membayangkan naga sebagai sosok bersayap yang bisa terbang dan menyemburkan api, sejauh ini belum ada bukti makhluk seperti itu benar-benar ada. Namun, ada satu hewan yang mekanismenya cukup mendekati, yaitu kumbang bombardier. Serangga kecil ini bisa menyemprotkan cairan panas mendidih dari tubuhnya sebagai bentuk pertahanan. Cairan ini ialah hasil reaksi kimia antara hidrogen peroksida dan hidrokuinon di dalam “ruang bakar” di tubuhnya. Bisa dibilang, ini semacam "senjata panas" versi mini.

Menurut Dr. Henry Gee, seorang ahli biologi evolusi, secara teori bukan hal mustahil bagi makhluk hidup untuk menyemburkan api. Ia mengusulkan skenario di mana seekor hewan bisa memproduksi dan menyemprotkan zat super mudah terbakar seperti dietil eter. Begitu terkena udara atau gigi panas, zat itu bisa langsung menyala. Teorinya masuk akal, tapi sampai sekarang belum ada hewan yang benar-benar seperti itu.

Di sisi lain, ada pendapat menarik dari Adrienne Mayor, seorang sejarawan sains. Ia percaya bahwa mitos naga mungkin muncul setelah orang-orang zaman dulu menemukan fosil makhluk purba. Tulang-tulang besar yang tidak dikenali bisa saja memicu imajinasi mengenai naga atau makhluk raksasa lainnya.

Penemuan fosil yang dikira naga


Sebelum ilmu paleontologi berkembang, banyak fosil hewan purba disalahartikan sebagai sisa naga. Pada abad ke-16, warga Klagenfurt, Austria, menemukan tengkorak besar yang mereka yakini sebagai kepala naga Lindwurm. Padahal, tengkorak itu ternyata milik badak berbulu yang sudah punah.

Kesalahan serupa juga terjadi di berbagai tempat. Pasalnya, saat itu manusia belum mengenal dinosaurus atau hewan purba lainnya. Bahkan sejarawan Yunani kuno, Herodotus, pernah menduga tulang besar yang ia temukan berasal dari “ular bersayap”.

Menariknya, imajinasi tentang naga masih melekat hingga kini. Pada 2009, fosil Ichthyosaurus sepanjang 2 meter ditemukan di Inggris dan dijuluki “sea dragon” karena bentuk matanya besar dan gigi tajamnya. Namun, bentuknya lebih mirip lumba-lumba daripada naga.

Sebelum ilmu paleontologi berkembang, banyak fosil hewan purba disalahartikan sebagai sisa naga. Pada abad ke-16, warga Klagenfurt, Austria, menemukan tengkorak besar yang mereka yakini sebagai kepala naga Lindwurm. Padahal, tengkorak itu ternyata milik badak berbulu yang sudah punah.

Kesalahan serupa juga terjadi di berbagai tempat. Pasalnya, saat itu manusia belum mengenal dinosaurus atau hewan purba lainnya. Bahkan sejarawan Yunani kuno, Herodotus, pernah menduga tulang besar yang ia temukan berasal dari “ular bersayap”.

Menariknya, imajinasi tentang naga masih melekat hingga kini. Pada 2009, fosil Ichthyosaurus sepanjang 2 meter ditemukan di Inggris dan dijuluki “sea dragon” karena bentuk matanya besar dan gigi tajamnya. Namun, bentuknya lebih mirip lumba-lumba daripada naga.

Asal-usul cerita naga


Meskipun tidak ada catatan pasti kapan dan di mana cerita mengenai naga pertama kali muncul, mitosnya punya sejarah panjang dan beragam di berbagai budaya. Pada peradaban kuno seperti Sumeria dan Yunani, naga digambarkan sebagai hewan eksotis yang punya sisi baik sekaligus jahat. Kadang makhluk ini melindungi, tapi bisa juga berbahaya.

Menariknya, pada beberapa budaya yang belum mengenal dinosaurus, kepercayaan akan naga tak cuma berasal dari cerita rakyat, tapi juga “bukti nyata”. Ketika mereka menemukan tulang-tulang raksasa terkubur di dalam tanah, banyak yang percaya itu adalah sisa tubuh naga yang pernah hidup.

Sementara itu, ciri khas naga yang bisa menyemburkan api kemungkinan besar muncul di Abad Pertengahan. Para sejarawan menduga ini terinspirasi dari gambaran “mulut neraka” dalam karya seni zaman itu, seperti lukisan-lukisan Hieronymus Bosch yang sering menampilkan monster bermulut besar pengeluar asap dan api. Dari sanalah mungkin lahir imajinasi naga sebagai makhluk mengerikan yang menghembuskan api dari mulutnya.

Jadi, apakah naga itu nyata? Hingga saat ini belum ada bukti yang benar-benar meyakinkan, tapi legenda, fosil, dan imajinasi manusia sering menyimpan potongan kebenaran. Setelah tahu semua ini, kamu sendiri gimana, masih yakin naga cuma mito, atau mulai berpikir bisa saja ada sesuatu yang lebih dari sekadar cerita?

Referensi

"Are Dragons Real?". World Atlas. Diakses juli 2025.

"Are dragons real? Not in the way you think". BBC. Diakses Juli 2025.

"Are Dragons Real? The Unique History and Origins of Mythical Dragons". Discover. Diakses Juli 2025.


Rabu, 27 Agustus 2025

Mitos Putri Duyung Terinspirasi dari Kondisi Medis yang Langka?

 


SUARITOTO : Putri duyung telah memenuhi imajinasi kita selama ribuan tahun. Makhluk air yang memesona yang berbentuk setengah manusia dan setengah ikan hibrida. 

Menurut legenda keindahan putri duyung dikatakan memikat orang ke kuburan berair. 

Namun mungkinkah roh air yang dianggap mistis ini, yang digambarkan pada waktu yang berbeda sebagai sirene, monster, atau bahkan cryptid, sebenarnya terinspirasi oleh kondisi medis kehidupan nyata?


Putri Duyung dalam Mitologi Kuno


Penggambaran Atargatis, putri duyung pertama yang tercatat, di balik koin Demetrius III, Raja Siria dari 96–87 SM.

Putri duyung berasal dari Asyur kuno, sekarang Suriah utara, dengan legenda dewi Atargatis, yang pemujaannya kemudian menyebar ke Yunani dan Roma. 

Dalam satu cerita, Atargatis mengubah dirinya menjadi makhluk setengah manusia dan setengah ikan ketika dia menenggelamkan dirinya karena malu saat secara tidak sengaja membunuh kekasih manusianya.

Namun, dalam kisah lain, Atargatis adalah dewi kesuburan yang diasosiasikan dengan dewi bertubuh ikan di Ascalon. 

Diperkirakan bahwa pemujaan Atargatis dan Ascalon akhirnya bergabung menjadi satu, yang mengarah pada deskripsi satu dewi putri duyung.

Pada 1493, Christopher Columbus melaporkan melihat tiga putri duyung di dekat Haiti dalam perjalanannya ke Karibia. 

Dalam log kapalnya, Columbus menulis "mereka tidak begitu indah seperti yang dilukis, meskipun sampai batas tertentu mereka memiliki bentuk wajah manusia." Hari-hari ini, para ilmuwan mengeklaim bahwa deskripsinya sebenarnya adalah catatan tertulis pertama tentang penampakan manatee, mamalia laut yang tidak dikenal oleh orang Italia. 

Sapi laut raksasa ini sekarang telah diklasifikasikan sebagai Sirenia, dinamai dari sirens dalam mitologi Yunani.

Sirenomelia: Sejarah Sindrom Putri Duyung



Namun, bagaimana jika gagasan putri duyung berasal dari gangguan medis yang terlihat? Sirenomelia, dinamai dari sirens dalam mitologi Yunani, dikenal juga sebagai "sindrom putri duyung," adalah malformasi kongenital langka dan fatal yang ditandai dengan fusi tungkai bawah.

Kondisi ini menghasilkan apa yang tampak seperti satu tungkai, menyerupai ekor ikan membuat beberapa orang mempertanyakan apakah kasus kuno dari kondisi tersebut mungkin telah memengaruhi legenda di masa lalu. 

Deskripsi kuno monster laut berasal dari penampakan spesies, tidak diketahui pada saat itu, seperti paus, cumi-cumi raksasa, dan walrus, yang jarang terlihat dan sedikit dipahami.

Setelah menelusuri kembali referensi kondisi medis dalam teks sejarah, sejarawan medis Lindsey Fitzharris, pencipta serial 'Smithsonian Channel The Curious Life and Death Of…' , menerbitkan sebuah artikel tentang gangguan putri duyung yang mengganggu di blognya The Chirurgeon's Apprentice.

Penyintas Sirenomelia Zaman Modern

Gambar kasus klinis sirenomelia, atau Sindrom Putri Duyung, dilaporkan dalam Maryland Medical Journal edisi 1902

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Neonatology, Kshirsagar et al. menjelaskan bahwa sirenomelia terjadi ketika tali pusat gagal membentuk dua arteri, hanya menyisakan suplai darah yang cukup untuk satu anggota tubuh. 

Kejadiannya sangat jarang, dengan insiden 0,8-1 kasus per 100.000 kelahiran.

Sayangnya, karena malformasi urogenital dan gastrointestinal yang parah, bayi yang lahir dengan kelainan ini jarang bertahan lebih dari beberapa hari. Namun, dengan kemajuan teknik bedah, sekarang ada beberapa kasus subjek yang hidup melewati masa kanak-kanak.

Kehidupan Rahasia Melusine: Putri Duyung Misterius & Ibu Ular Bangsawan Eropa


Salah satu contoh penyintas sirenomelia yang paling terkenal adalah Tiffany Yorks dari Florida, AS. 

Setelah menjalani operasi untuk memisahkan kakinya ketika dia baru berusia satu tahun, Tiffany hidup sampai usia 27 tahun, meskipun dengan masalah mobilitas, menjadikannya orang yang paling lama bertahan dari kondisi medis langka tersebut. 

Shiloh Pepin, dijuluki Putri Duyung, menjadi terkenal karena kondisinya, terutama setelah dia mengambil bagian dalam film dokumenter TLC yang mengikuti dia dan keluarganya saat mereka berurusan dengan realitas sirenomelia.

Lahir tanpa organ dalam, Shiloh Jade Pepin lahir di Maine, Amerika Serikat. Tubuhnya menyatu dari pinggang ke bawah dan dia tidak memiliki alat kelamin dan dubur. Keluarga telah memilih untuk tidak memisahkan kaki siamnya. Sayangnya, dia meninggal pada usia 10 tahun.

Apakah kondisi bawaan memengaruhi asal usul mitologi putri duyung hingga saat ini belum diketahui. Namun demikian, wanita dongeng dengan ekor seperti ikan ini telah membantu anak-anak yang menderita sirenomelia setidaknya merasa bangga akan kemiripan mereka dengan makhluk cantik yang reputasinya telah bertahan melalui media populer hingga saat ini.

Selasa, 26 Agustus 2025

Dianggap Satanis dan Penuh Konspirasi? Ini 7 Fakta Freemasonry



Dari penenggelaman kapal Titanic hingga rencana untuk menguasai seluruh dunia dalam satu tatanan, seluruh teori konspirasi yang sering bergema di telinga malah aneh jika tidak menyebut satu nama ini: "Freemasonry", organisasi rahasia yang dipenuhi oleh petinggi-petinggi dunia, dari industri hingga pemerintahan.

Sejak diungkit kembali dalam film "The Da Vinci Code" dan "National Treasure", masyarakat awam kerap menuduh kelompok elit yang mayoritas adalah pria tersebut sebagai dalang di balik peristiwa-peristiwa besar dunia untuk melancarkan rencananya dalam menguasai dunia.

Berbicara mengenai fakta (bukan konspirasi), sebenarnya, apa itu Freemasonry? Apa tujuannya? Apakah Freemasonry benar-benar seperti yang dunia pikirkan?

1. Sejarah Freemasonry di dunia, dari zaman prasejarah hingga kini!?



Banyak spekulasi mengenai berdirinya Freemasonry yang tumpang tindih. Salah satunya adalah bahwa organisasi rahasia ini sudah berdiri bahkan sejak Abad Pertengahan di Inggris. Saat itu, para tukang batu dan kuli bangunan gereja yang mulai berkurang anggotanya mulai menerima "anggota eksklusif" dengan sandi dan jabat tangan rahasia. 

Salah satu bukti mengenai keberadaan Freemasonry dapat ditelusuri dari Manuskrip Halliwell/Regius Poem dari sekitar 1390 - 1425. Matematikawan asal Yunani yang disebut juga "Bapak Geometri", Euklides, dianggap sebagai Freemason pertama sebelum akhirnya menyebar ke Britania Raya pada pemerintahan Raja Athelstan (894 - 939 M).

Pada 1717 yang terkenal sebagai "Zaman Pencerahan", Loji Besar Inggris (GLE) berdiri di Britania Raya yang terdiri dari gabungan empat Loji di London, Inggris. Lalu, dari Britania Raya, Freemasonry menyebar ke Prancis dengan berdirinya Grand Orient de France (GOdF) pada 1720.

Freemasonry adalah kelompok tidak bertuhan? Pertentangan utama di Freemasonry bukanlah soal menguasai dunia, melainkan soal asas ketuhanan organisasi tersebut! Semua berawal saat GLE tidak setuju dengan praktik ritual yang dianut oleh GOdF, sehingga pada 1813, GLE berubah menjadi Loji Besar Bersatu Inggris (UGLE).

Puncaknya, pada Kongres Lausanne 1875 yang mana Freemasonry dianggap tidak membutuhkan asas ketuhanan karena statusnya yang bukan agama. Bagi mereka yang mengikuti praktik GOdF atau praktik ritual yang tidak dipakai Freemasonry Britania Raya dan AS, maka mereka disebut Freemasonry Kontinental.

Hasilnya, Freemasonry di Eropa terbagi menjadi tiga jenis:

Kontinental: Kebebasan nurani dan pemisahan antara pemerintahan dan agama.
Tradisional: Mengikuti ritual Prancis Kuno dengan kepercayaan terhadap Tuhan.
Reguler: Mengikuti ritual Britania Raya - AS standar yang mewajibkan kepercayaan kepada Tuhan.

Pada tahun 1961, sebuah organisasi payung, Centre de Liaison et d'Information des Puissances maçonniques Signataires de l'Appel de Strasbourg (CLIPSAS) didirikan, yang hari ini menyediakan forum untuk lebih dari 70 Loji Besar dan Grand Orient di seluruh dunia, termasuk organisasi campuran dan wanita.

UGLE tidak berkomunikasi dengan yurisdiksi di CLIPSAS, dan mengharapkan para sekutunya untuk mengikutinya. Inilah yang menciptakan jurang perbedaan antara Freemasonry Britania Raya - AS dan Freemasonry Kontinental hingga saat ini.



Gagasan Freemasonry menyebar ke seluruh daerah koloni Britania Raya, dari Amerika Serikat (AS) saat Revolusi Amerika pada 1730 hingga Indonesia yang masih dijajah bolak-balik oleh Belanda dan Britania Raya (secara singkat).

Sebagai buktinya salah satu Bapak Pendiri AS, Benjamin Franklin, dan presiden pertama AS, George Washington, sempat diangkat menjadi Grandmaster di Loji masing-masing yang terletak di Pennsylvania dan Virginia.

Menurut buku "Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962" oleh sejarawan Belanda, dr. Th. Stevens, pelukis legendaris Raden Saleh, Sultan Hamengkubuwana VII, hingga dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat serta beberapa pengurus Budi Utomo ternyata tergabung dalam Freemasonry.

Selama di Indonesia, Freemasonry mendirikan 20 Loji yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi. Faktanya, Loji pertama di benua Asia, "La Choisie", didirikan di Batavia oleh botanis Belanda, Jacobus Cornelis Mattheus Radermacher, dan Gedung Bappenas di Jakarta Pusat dulunya adalah Loji Adhuc Stat (Bintang Timur).

2. Lambang dari Freemasonry yang mengandung asas ketuhanan dan sains




Sering dikaitkan dengan lambang "segitiga bermata satu", Freemasonry sebenarnya mengusung lambang "siku ukur dan jangka" yang adalah alat tukang bangunan. Saat ditanya mengenai artinya, Malcolm C. Duncan mengatakan bahwa lambang tersebut adalah cerminan visi dan misi Freemasonry yang rasional dan mulia.

"Siku ukur melambangkan tindakan adil dan jujur; jangka, untuk membatasi tindakan Freemasonry agar tetap sesuai dengan peri kemanusiaan," papar Duncan dalam bukunya "Duncan's Masonic Ritual and Monitor".

Selain itu, huruf "G" besar juga terpampang di tengah siku ukur dan jangka. Terdapat dua interpretasi: Geometri dan Tuhan (God/Arsitek Agung Alam Semesta). Duncan meluruskan bahwa bagi Freemasonry, geometri adalah bentuk paling murni dari sains dan pondasi yang diletakkan Tuhan membentuk Freemasonry dan alam semesta.

Freemasonry juga mengusung Bait Salomo dan kedua pilarnya, Boaz dan Jachin, sebagai lambang utamanya dan menjadikan tiga tokohnya sebagai para Grandmaster pertama: Raja Salomo, Raja Hiram I dari Tirus (di Lebanon), dan Hiram Abiff yang adalah arsitek Bait Salomo.

Lambang yang juga sering dikaitkan dengan Freemasonry adalah lantai bermotif papan catur. Dalam bukunya, "Encyclopedia of Freemasonry", Albert G. Mackey mengatakan bahwa putih dan hitam pada lantai papan catur yang berasal dari Bait Salomo tersebut melambangkan dualitas baik dan jahat hidup manusia.



Sejak seorang Freemason bernama Thomas Smith Webb meluncurkan buku berjudul "The Freemasons Monitor" pada 1797, lambang piramida kecil bermata satu yang bercahaya (Mata Ilahi) yang juga muncul pada Segel Agung AS di belakang uang kertas 1 dolar kerap dikaitkan dengan Freemasonry. Memang iya?

Jawabannya, "Iya, namun dengan konteks yang berbeda". Teori konspirasi sering mengaitkan mata ilahi sebagai tanda kuasa Freemasonry atas AS. Nyatanya, simbol mata ilahi sudah muncul di Segel Agung AS sejak 1782, tepat 15 tahun sebelum Webb meluncurkan bukunya.

Freemasonry pun menggunakan mata ilahi sebagai tanda bahwa Tuhan mengawasi segala jalan mereka. Namun, sayangnya, kerap kali mata ilahi tersebut dijadikan lambang Antikristus dan Dajjal. Padahal, mata ilahi ini sudah muncul di berbagai lukisan dan lambang perusahaan serta kenegaraan, bukan hanya Freemasonry.

3. Sebagai organisasi rahasia, mengapa Freemasonry bisa terkenal?



Sejarawan Inggris, John Dickie, menjelaskan makna di balik "kerahasiaan" Freemasonry yang sebenarnya lebih menonjolkan aspek kesakralan ritual mereka, dan tidak sembarangan orang yang boleh tahu. Hal tersebut adalah yang menjadikan Freemasonry terkenal hingga saat ini.

Namun, dikarenakan "kerahasiaan"nya, Freemasonry kerap mengompori dunia dengan teori konspirasi. Dickie menyebut bahwa sejak 1980an, Loji Freemasonry membuka akses menuju informasi perihal organisasi tersebut yang bisa dibuka semua orang agar dunia tidak salah kaprah lagi. Tetapi, di satu sisi, hal tersebut memberikan masalah baru.

"Sekarang, Freemasonry menganggap diri mereka bukan sebagai 'kelompok rahasia', melainkan 'kelompok dengan rahasia'. Bikin orang takut, kan?" ujar Dickie.

Memang, Freemason boleh mengungkapkan keanggotaan mereka. Tetapi, segala rahasia harus tetap terjaga! Hingga saat ini pun, Freemasonry tetap bertingkah layaknya organisasi yang menyimpan rahasia dan pengetahuan eksklusif..

4. Struktur dan tatanan ritual Freemasonry yang ternyata percaya konsep ketuhanan


Tidak harus menjadi petinggi perusahaan atau orang penting, sebenarnya semua orang bisa mendaftar menjadi Freemason.  Terdapat tiga tingkatan Freemason: Entered Apprentice, Fellowcraft, dan Master Mason. Di setiap tingkatan ini, ada kode dan cara jabat tangan rahasia yang harus diingat para Freemason.

Untuk menjadi seorang Freemason, kamu harus memenuhi beberapa syarat utama, seperti:

Pribadi merdeka yang dewasa (di atas 17 tahun) dan berkarakter baik; dan
Berketuhanan (tergantung dari kepercayaanmu).

Setelah kamu menyatakan keinginan untuk bergabung, maka kamu akan diwawancara, dan aplikasi anggota Freemasonry-mu akan diputuskan lewat pemungutan suara. Jika kamu diterima, maka kamu akan menjalani upacara penerimaan.

Saat kamu menjalani ritual inisiasi Freemasonry, kamu pun dituntut untuk bersumpah di atas kitab suci menurut kepercayaanmu yang dikenal sebagai Volume of Sacred Laws. Calon Freemason wajib melewati replika/gambar pilar Boaz dan Jachin sebagai tanda resmi keanggotaan (seperti gambar sebelumnya).

Kriteria usia minimal dan agama untuk pendaftaran biasanya berbeda di setiap Loji Besar. Dan, pengikut liberal Freemasonry juga tidak dituntut untuk percaya pada Tuhan, sehingga kaum ateis atau agnostik pun juga bisa mendaftar. Hal ini kerap memicu perdebatan di kalangan Freemasonry.

Jika kamu sudah masuk tingkatan Master Mason, maka kamu akan dipercayakan dengan rahasia dan sumpah yang tidak boleh kamu umbar ke level bawah atau orang di luar Freemasonry. Benar-benar terstruktur!

5. Pandangan agama mengenai Freemasonry: Dianggap sekutu setan hingga dikaitkan Zionisme


Dikarenakan kerahasiaannya, tidak jarang dunia takut dan menganiaya para Freemason. Oleh karena itu, dari agama hingga politik pun seolah-olah mengambinghitamkan Freemasonry atas bencana atau krisis di dunia.

Kepercayaan Nasrani, dari Katolik, Ortodoks, hingga Protestan, menilai bahwa Freemasonry erat dengan konsep okultisme dan satanisme. Status Freemasonry dalam Kitab Hukum Kanonik pun tetap dianggap setara dengan dosa kemurtadan dan tidak pantas ikut dalam perjamuan kudus (Komuni).

Pada 1983, Kitab Hukum Kanonik sempat menghilangkan nama Freemasonry dari hukumnya. Hal tersebut menyebabkan kesalahpahaman bahwa pemeluk Katolik sudah diperbolehkan ikut. Akhirnya, diluruskan oleh Kardinal Joseph Ratzinger (calon Paus Benediktus XVI pada 2005) bahwa "organisasi rahasia" yang dimaksud salah satunya adalah Freemasonry.

Selain itu, dikarenakan simbol yang dipakai oleh Freemasonry juga digunakan oleh pengikut aliran Mormon, maka beberapa penganut Protestan pun menganggap Freemasonry juga adalah aliran sesat.


Selain itu, Dickie mengingatkan bahwa Freemasonry pun pernah kena kasus hoaks. Kejadian tersebut terjadi pada abad ke-19, yang juga dikenal sebagai Hoaks Taxil.

Semua bermula saat seseorang pembenci Katolik dari Prancis, Marie Joseph Gabriel Antoine Jogand-Pagès dengan nama pena "Leo Taxil", menerbitkan buku yang mencemarkan nama baik Paus Pius IX. Pada April 1884, Paus Leo XIIII kemudian menerbitkan ensiklik, Humanum genus, yang menyalahkan paham sekularisme dan bangkitnya satanisme melalui Freemasonry yang diwakilkan Taxil.

Setelah membaca ensiklik tersebut, Taxil kemudian memeluk Katolik dan mulai berbalik menyerang Freemasonry dengan meluncurkan berbagai tulisan, dari novel hingga makalah, yang mengaitkan Freemasonry dengan satanisme demi mendongkrak popularitas. Ia malah mengaku pernah melihat ritual pemanggilan setan Freemasonry level kakap.

Pada 1897, Taxil akhirnya mengaku bahwa ilham satanisme pada Freemasonry hanyalah fiktif. Ia menyesali perbuatannya yang sebenarnya hanya bercanda saja dan orang-orang menganggap karyanya mengenai Freemasonry serius. Hingga saat ini, hoaks Taxil masih sayup terdengar.



Selain Nasrani, Islam pun juga mengharamkan Freemasonry. Sebabnya adalah Freemasonry dianggap erat dengan paham anti-zionisme dan pengikut Al-Masih ad-Dajjal, pendusta besar yang muncul di Akhir Zaman, yang ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Dalam Perjanjian Hamas 1988, secara spesifik, Freemasonry juga disebutkan sebagai salah satu instansi yang turut bekerja sama dengan para Zionis dan bergerak di bawah instruksinya dalam sektor hiburan, pendidikan, hingga politik.

Meskipun Islam menentang Freemasonry, nyatanya Loji Besar tetap dapat berdiri di negara dengan mayoritas Islam seperti Turki, Maroko, hingga Malaysia.

Bahkan, pada 1917, Irak pun juga mendirikan Loji Freemasonry sendiri di bawah bimbingan UGLE, malah sempat menjamur hingga ditutup paksa pada 1965. Dimulai sejak pemerintahan Saddam Hussein pada 1980, siapapun yang bergabung dengan Freemasonry akan dihukum mati karena berhubungan dengan paham Zionisme!

6. Pandangan dunia mengenai Freemasonry: Dianiaya dua kubu, jadi korban Holocaust


Selain agama, dunia pun melihat Freemasonry sebagai organisasi gelap yang seharusnya ditumpas. Di daerah kekuasaannya saja, Britania Raya dan AS, Freemasonry pun juga harus bergerak secara diam-diam dewasa ini.

Parlemen Britania Raya mencekal Freemasonry dengan UU Organisasi Pelanggar Hukum 1799. Freemasonry sempat bebas sebelum akhirnya dicekal lagi mulai 1967 hingga sekarang.

Karena takut pada potensi kejahatan, hukum Britania Raya mewajibkan para Freemason untuk membongkar keanggotaannya demi transparansi publik. Namun, Sekretaris Peradilan Britania Raya saat itu, Jack Straw, mencabut aturan tersebut pada 2009 karena tidak adanya bukti kejahatan Freemasonry.

Di negara tetangganya, AS masih mengaitkan hilangnya mantan Freemason, William Morgan, pada 1826, dalam gelapnya Freemasonry. Hal tersebut dijadikan manuver politik oleh beberapa partai AS demi memenangkan pemilihan umum di masanya hingga sekarang lewat mengambinghitamkan Freemasonry.

Karena keanggotaannya yang eksklusif dan sering dikaitkan menjadi "dalang politik" dengan organisasi rahasia lain, seperti Illuminati, Freemasonry terus diincar baik oleh negara dengan paham kiri dan paham kanan.

Salah satunya adalah Nazi Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Menurut Dickie, hal tersebut sebenarnya adalah intrik politik yang digunakan Hitler, mengingat pandangan negatif dunia terhadap Freemasonry sebagai organisasi simpatisan Yahudi.

"Tujuan politik Hitler pada dasarnya anti-Semit. Seperti yang Hitler butuhkan, mengincar Freemasonry juga memberi kesan sosialisme pada kampanyenya," ujar Dickie.


Sebuah dokumen dari Kantor Pusat Pemerintah Jerman (Reichssicherheitshauptamt) dari Perang Dunia II mendokumentasikan persekusi Nazi terhadap Freemasonry sebagai tahanan politik di masa Holocaust. Lagi-lagi salah paham, Freemasonry dituduh Hitler sebagai perpanjangan tangan Yahudi di Jerman dan dimasukkan kamp konsentrasi.

Sebanyak 80.000 - 200.000 Freemason terbunuh di rezim Nazi Jerman. Sekarang, seluruh Freemason di dunia menggunakan lambang bunga forget-me-not (Myosotis sylvatica) di kerah mantel mereka sebagai tanda peringatan untuk mengenang para Freemason yang gugur saat Holocaust.

7. Tadinya eksklusif pria, anggota Freemasonry yang sudah jutaan dan tersebar di seluruh dunia




Meskipun terkesan rahasia dan sering menjadi bahan gunjingan dunia, menurut Britannica, jumlah anggota Freemasonry hingga saat ini sudah berjumlah lebih dari enam juta dan tersebar di seluruh dunia. Namun, Dickie mengatakan bahwa Freemasonry sudah terlalu "tua" di masa kini, sehingga butuh revitalisasi generasi muda dan reformasi kebijakan.

Apa yang membuat seseorang tergoda menjadi anggota Freemasonry? Dickie berujar bahwa motivasi terbesar seseorang untuk menjadi anggota Freemasonry adalah karena ingin membangun networking. Hal tersebut dikarenakan anggota Freemasonry biasanya memiliki jabatan penting dalam industri dan pemerintahan.

"Benar adanya, titel organisasi elit dan gagasan bahwa akses menuju pengetahuan dan rahasia akan diperoleh mereka yang bergabung dengan Freemasonry terus menjadi trik marketing yang ampuh untuk bergabung sebagai Freemason," kata Dickie.



Salah satu reformasinya adalah menerima anggota Freemason wanita. Bukan rahasia, Freemasonry adalah kelompok eksklusif pria. Dengan kata lain, wanita tidak diizinkan bergabung. Hal tersebut dicantumkan dalam "Konstitusi Freemasonry" yang ditulis oleh James Anderson pada 1723.

Praktik tersebut perlahan ditanggalkan oleh beberapa Loji, seperti Loji Prancis yang mulai menerima wanita sejak abad ke-19 melalui Rite of Adoption. Loji Order of the Eastern Star (OES) yang berdiri sejak 1850 pun menerima Freemason pria dan wanita.

Di Britania Raya sendiri, terdapat Order of Women Freemasons (OWF) dan Honourable Fraternity of Ancient Freemasons (HFAF) yang membuat jumlah Freemason wanita di sana meningkat pesat! Akan tetapi, kebanyakan Loji Besar di Britania Raya dan AS tidak menganggap anggota wanita sebagai Freemason resmi.

Selain itu, pada 2018, UGLE menyatakan bahwa transgender, baik laki-laki atau perempuan, diperbolehkan menjadi Freemason. Jika ia perempuan menjadi laki-laki, diperbolehkan. Dan, jika ia adalah laki-laki menjadi perempuan, maka keanggotaannya sebagai Freemason tidak akan dicabut.

Itulah fakta-fakta menarik mengenai Freemasonry, organisasi rahasia yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan satanisme, Illuminati, apalagi agenda gelap untuk menguasai dunia. Apa reaksimu saat mendengar Freemasonry sempat berdiri di Indonesia?



Senin, 25 Agustus 2025

Asal Usul Hantu Pocong, Benarkah Berasal dari Mayat yang Meminta Pertolongan?

 


Hantu pocong adalah salah satu hantu yang paling banyak diceritakan dalam mitos dan takhayul orang Indonesia. 

Hantu ini berupa mayat yang terbungkus kain kafan. Mitos mengatakan, bahwa kemunculan hantu pocong mengindikasikan bahwa mereka meminta pertolongan dengan membuka ikatan kain kafan mereka agar jiwa mereka bisa lepas. 

Wujud hantu pocong digambarkan memiliki wajah yang hitam dan mata merah. Ada pula yang mengatakan bahwa wajahnya rata dengan mata yang berongga. Mitos tentang adanya hantu pocong ini awalnya menyebar di masyarakat Jawa dan Sumatra.

 Penggambaran hantu ini sesuai dengan mayat seorang muslim ketika dikuburkan. Kisah-kisah misteri tentang hantu pocong tersebar dalam berbagai versi di berbagai daerah di Indonesia. Hantu pocong juga sering digunakan dalam cerita atau film horor Indonesia.


Asal Usul Hantu Pocong dalam Mitos



Mitos mengatakan bahwa kemunculan pocong terjadi ketika dalam 40 hari kematiannya, mayat akan bangkit dan meminta ikatan kafannya dilepas agar bisa bebas dari dunia ini.

Kemunculan ini berawal dari adanya asap di kuburan seseorang. Asap ini akan menjelma menjadi sosok makhluk-makhluk kecil.

Sosok-sosok tersebut akan menyebar ke arah kaki dan kepala mayat, lalu mulai membentuk wujud pocong yang akan mulai menghantui warga di sekitarnya.

Pocong dikatakan bergerak dengan cara melompat-lompat karena kain kafan yang membungkus seluruh tubuhnya. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa pocong dapat melayang.

Hal-Hal tentang Hantu Pocong yang Dipercayai Masyarakat


Rumor-rumor mistis yang beredar dari mulut ke mulut di masyarakat mengatakan banyak hal tentang hantu pocong. Berikut adalah beberapa di antaranya.


1. Pocong Dijadikan ‘Penglaris’



Pernahkah kamu mendengar tentang rumah makan yang menggunakan ‘penglaris’ agar ramai dikunjungi orang?

Biasanya, rumah makan ini memiliki sejumlah keanehan tertentu.

Salah satunya adalah makanan yang dihidangkan hanya akan terasa enak jika dimakan di tempatnya. Jika dibawa ke rumah, rasanya akan jauh berbeda.

Hantu pocong dikatakan merupakan salah satu jin yang berfungsi sebagai penglaris di tempat-tempat tertentu.

2. Jangan Menatap Matanya



Mata hantu pocong selalu digambarkan dengan mengerikan. Seperti berwarna merah menyala, atau tidak memiliki bola mata, atau ditutup dengan kapas.

Menurut mitos, jika sampai kamu bertemu dengan hantu pocong, kamu tidak boleh menatap langsung matanya.

Kalau sampai menatap matanya, tubuhmu akan kaku sehingga tidak bisa bergerak sama sekali.

3. Tidak Hanya Bisa Meloncat



Meski digambarkan bergerak dengan meloncat-loncat karena kakinya terbungkus kain kafan, pocong ternyata juga digambarkan bergerak dengan macam-macam cara. 

Pocong juga digambarkan bergerak dengan cara melayang atau terbang, atau kadang-kadang juga menghilang dan tahu-tahu sudah ada di hadapan seseorang.

Katanya, kalau kamu mau kabur dari kejaran pocong, kamu harus berlari dengan sangat cepat dengan arah zig zag.

4. Tidak Muncul di Keramaian


Hantu pocong dikenal hanya muncul ketika seseorang sedang sendirian.

Jika ada banyak orang, maka hantu ini tidak akan menampakkan diri. Kalau kamu sedang di tempat angker, pastikan kamu tidak sendirian, ya!

Pandangan Syariat Islam terhadap Mitos Hantu Pocong

Hantu pocong merupakan jelmaan dari mayat yang dibungkus kain kafan. 

Dengan kata lain, mayat tersebut merupakan seorang muslim, karena syariat islam mewajibkan seseorang yang sudah meninggal dikubur dengan dibungkus kain kafan terlebih dahulu. 

Namun, pandangan para ulama mengenai mitos hantu pocong ini ternyata mengatakan, bahwa ini hanyalah khayalan masyarakat saja. 

Menurut para ulama, fenomena hantu pocong ini tidak bisa dibenarkan karena hal-hal berikut ini.


1. Mayat Tidak Kembali ke Dunia Setelah Dimakamkan

Kembalinya mayat ke dunia setelah dikuburkan dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 99-100. 

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa ada batas yang jelas ketika seseorang sudah meninggal, antara alam barzakh dengan dunia manusia. 

Mereka yang sudah meninggal tidak akan bisa kembali ke dunia.


2. Ruh Mayat Tidak Terikat di Dunia

Menurut keyakinan umat Islam, ruh seseorang yang sudah meninggal dunia akan berada di alam barzakh. 

Ruh-ruh tersebut akan berada di alam tempat mereka menanti dibangkitkan kembali pada waktunya, untuk dihakimi dan diberi balasan yang setimpal oleh Allah SWT. 

Para ulama berkata, bahwa adanya penampakan-penampakan yang menyerupai hantu pocong merupakan jelmaan jin yang mengganggu manusia. 

Jin dalam Islam dianggap mampu menyerupai hal-hal yang dapat dirasakan, dilihat, bahkan diraba oleh manusia.




Sisi Gelap Makhluk Mitologi Putri Duyung, Suka Mengorbankan Manusia

  Suaritoto    -  Putri duyung adalah makhluk mitologi setengah gadis dan setengah ikan atau ular laut. Wanita-wanita ini sering dikenal mis...