Translate

Kamis, 24 Juli 2025

Menjelajahi Misteri Neptunus: Planet Biru yang Menakjubkan

 Pernahkah kamu memandang langit malam yang gelap dan bertanya-tanya tentang planet-planet yang jauh di luar sana? Salah satu planet yang paling misterius dan menarik adalah Neptunus, si raksasa biru es yang berada di ujung tata surya kita. Mari kita jelajahi bersama-sama keajaiban planet Neptunus!


Pada tanggal 16 dan 17 Agustus 1989, kamera sudut sempit Voyager 2 digunakan untuk memotret Neptunus hampir secara terus-menerus, merekam sekitar dua setengah rotasi planet tersebut. Gambar-gambar ini merupakan kumpulan foto lengkap Neptunus dengan cakram penuh yang paling lengkap yang berhasil diambil oleh pesawat ruang angkasa tersebut. – Gambar lengkap dan keterangan NASA/JPL


Sejarah Penemuan Neptunus


Neptunus memiliki cerita penemuan yang sangat menarik. Berbeda dengan planet-planet lain yang bisa dilihat dengan mata telanjang, Neptunus ditemukan melalui perhitungan matematika yang rumit!

Pada tahun 1821, seorang astronom Prancis bernama Alexis Bouvard menyadari ada yang aneh dengan orbit planet Uranus. Dia menduga ada planet lain yang mempengaruhi gerakan Uranus. Tapi di mana planet itu?

Dua puluh lima tahun kemudian, pada tahun 1846, dua ilmuwan hebat bekerja keras untuk memecahkan misteri ini. Mereka adalah Urbain Le Verrier dari Prancis dan John Couch Adams dari Inggris. Mereka menggunakan rumus matematika yang sangat rumit untuk memprediksi di mana planet baru itu berada.

Akhirnya, pada tanggal 23 September 1846, seorang astronom Jerman bernama Johann Gottfried Galle berhasil menemukan planet itu dengan menggunakan teleskop. Planet baru itu diberi nama Neptunus, diambil dari nama dewa laut dalam mitologi Romawi.

Bayangkan betapa hebatnya penemuan ini! Para ilmuwan berhasil menemukan sebuah planet hanya dengan menggunakan matematika, bahkan sebelum mereka bisa melihatnya dengan teleskop. Ini menunjukkan betapa pentingnya matematika dalam ilmu astronomi.

.

Karakteristik Unik Neptunus


Neptunus adalah planet yang sangat istimewa. Mari kita lihat beberapa ciri khasnya:

  1. Warna Biru yang MenakjubkanNeptunus terkenal dengan warna birunya yang indah. Tapi tahukah kamu mengapa Neptunus berwarna biru? Itu karena atmosfernya mengandung gas metana yang menyerap warna merah dari cahaya matahari dan memantulkan warna biru.                                                                                                     
  2. Raksasa Es .Neptunus disebut sebagai “raksasa es” karena sebagian besar isinya terdiri dari es, air, dan batuan. Meskipun ukurannya lebih kecil dari Jupiter dan Saturnus, Neptunus sebenarnya lebih padat!                                                                      
  3. Angin Terkencang di Tata Surya Jika kamu pikir angin topan di Bumi sudah kencang, tunggu sampai kamu mendengar tentang angin di Neptunus! Angin di Neptunus bisa mencapai kecepatan hingga 2.100 kilometer per jam. Itu hampir tiga kali lebih cepat dari kecepatan suara!                                                                                                                  
  4. Cincin yang TersembunyiSeperti Jupiter, Saturnus, dan Uranus, Neptunus juga memiliki cincin. Tapi cincinnya sangat tipis dan sulit dilihat, sehingga baru ditemukan pada tahun 1989 oleh pesawat ruang angkasa Voyager 2.                                                                              
  5. Banyak Bulan Neptunus memiliki 14 bulan yang sudah diketahui. Bulan terbesarnya bernama Triton, yang uniknya bergerak berlawanan arah dengan rotasi Neptunus.

Fakta Menarik tentang Neptunus


Berikut beberapa fakta menarik tentang Neptunus yang pasti akan membuatmu takjub:

1. Satu Tahun yang Sangat Panjang

Neptunus butuh waktu sekitar 165 tahun Bumi untuk mengelilingi Matahari satu kali. Itu berarti sejak penemuannya pada tahun 1846, Neptunus baru menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari pada tahun 2011!


2. Musim yang Ekstrem

Karena kemiringan sumbu rotasinya yang unik, Neptunus mengalami musim yang sangat ekstrem. Setiap musim di Neptunus berlangsung selama sekitar 40 tahun Bumi!


3. Badai Besar Gelap

Neptunus memiliki badai besar yang disebut “Great Dark Spot”. Badai ini mirip dengan Badai Besar Merah di Jupiter, tapi bisa muncul dan menghilang dalam beberapa tahun.


4. Planet Terdingin

Meskipun bukan planet terjauh (sejak Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet), Neptunus adalah planet terdingin di tata surya kita. Suhunya bisa mencapai -218°C!


5. Belum Pernah Dikunjungi Manusia

Sampai saat ini, hanya satu pesawat ruang angkasa yang pernah mengunjungi Neptunus, yaitu Voyager 2 pada tahun 1989. Tidak ada misi berawak yang pernah mencapai Neptunus.


Penelitian Terkini tentang Neptunus


Para ilmuwan terus mempelajari Neptunus dengan menggunakan teleskop canggih dan data dari misi Voyager 2. Beberapa penemuan terbaru meliputi:

1. Perubahan Atmosfer

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa atmosfer Neptunus mengalami perubahan yang signifikan. Beberapa badai besar telah muncul dan menghilang dalam beberapa tahun terakhir.


2. Kemungkinan Laut Bawah Permukaan

Para ilmuwan menduga bahwa beberapa bulan Neptunus, seperti Triton, mungkin memiliki laut di bawah permukaan esnya. Ini membuka kemungkinan adanya kehidupan mikroba di sana.


3. Rencana Misi Masa Depan

NASA dan ESA sedang mempertimbangkan misi baru ke Neptunus yang mungkin diluncurkan dalam dekade mendatang. Misi ini akan membantu kita memahami lebih banyak tentang planet misterius ini.


Kesimpulan

Neptunus mungkin planet terjauh di tata surya kita, tapi keajaibannya tidak kalah menarik! Dari sejarah penemuannya yang unik hingga karakteristik fisiknya yang menakjubkan, Neptunus terus memukau para ilmuwan dan penggemar astronomi di seluruh dunia.

Meskipun masih banyak misteri yang belum terpecahkan tentang Neptunus, setiap penemuan baru membawa kita semakin dekat untuk memahami planet biru yang menakjubkan ini. Siapa tahu, mungkin suatu hari nanti kita akan dapat mengunjungi Neptunus dan melihat keindahannya secara langsung!

Jadi, anak-anak, jangan pernah berhenti bermimpi dan belajar tentang keajaiban alam semesta. Siapa tahu, mungkin di antara kalian ada yang akan menjadi ilmuwan hebat yang akan memecahkan misteri Neptunus di masa depan!




Senin, 21 Juli 2025

Pluto sebenarnya planet atau bukan?

 


Pada 2006, Pluto diklasifikasi ulang sebagai planet kerdil oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU). Di Hari Internasional Pluto yang jatuh pada 18 Februari, kami melihat kembali mengapa keputusan ini menuai kontroversi dan mengapa beberapa pihak menyambut baik publisitas yang dibawanya.

Sama seperti banyak rekannya di Observatorium Lowell, Kevin Schindler bergidik ketika Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengumumkan pada Agustus 2006 bahwa, singkatnya, Pluto bukan lagi sebuah planet.

Keputusan itu sangat kontroversial di lembaga penelitian yang berbasis di Flagstaff, sebuah kota di negara bagian Arizona, AS.

Pasalnya, di tempat itu juga astronom Amerika Clyde W. Tombaugh pertama kali menemukan Pluto pada 18 Februari 1930 – tanggal yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pluto Internasional.

"Hampir setiap penemuan besar yang berkaitan dengan Pluto memiliki hubungan dengan Flagstaff," kata Schindler, sejarawan Observatorium Lowell, kepada BBC.


Langkah yang tidak terduga



Namun, tampaknya "tetangga jauh Bumi yang beku” itu mendapatkan manfaat dari perdebatan yang terjadi.

Dalam 17 tahun terakhir, Observatorium Lowell telah mengalami peningkatan animo sehingga harus membangun pusat pengunjung baru, yang akan siap pada 2024.

"Sampai 2006, kami memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 60.000 pengunjung per tahun. Pada 2019, tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda, kami mencatat hampir 100.000 orang datang dan berpartisipasi dalam acara festival kami, seperti 'I Love Pluto'," Schindler kenang.

"Kami bergurau bahwa kontroversi ini sangat bagus untuk bisnis sehingga kami semua berharap hal itu terjadi lebih awal," tambahnya.

"Keputusan IAU tampaknya membuat lebih banyak orang tertarik pada astronomi..."

Namun, klasifikasi ulang Pluto sebagai planet kerdil, yang secara efektif mendegradasikannya dari "liga utama" planet Tata Surya, masih membuat marah beberapa orang, bukan hanya orang-orang yang bekerja di Observatorium Lowell.

Alan Stern dikenal sebagai pengkritik keputusan IAU itu, yang mengeluarkan Pluto dari daftar planet Tata Surya dengan melakukan pemungutan suara dari 424 delegasi yang hadir pada pertemuan serikat pekerja pada Agustus 2006 di Praha.

Dia adalah ilmuwan NASA yang memimpin tim ekspedisi New Horizons yang mencapai Pluto pada 2015.

"Pemungutan suara bukanlah cara kerja sains. Kami tidak melakukan pemungutan suara untuk teori relativitas atau fisika kuantum," kata Stern kepada BBC.

"IAU bisa saja memilih bahwa langit berwarna hijau. Itu tidak secara otomatis menjadikannya benar."


Lalu, sebenarnya apa yang bisa disebut sebagai planet?


Di tengah kontroversi Pluto ada pertanyaan yang tampaknya tidak ada salahnya untuk dilontarkan: apa itu planet?

Kata planet berasal dari orang Yunani Kuno. Mereka memperhatikan bahwa Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus, planet-planet yang terlihat dengan mata telanjang, bergerak jauh lebih nyata di langit daripada bintang-bintang.

Fakta itu membuat benda-benda langit itu disebut planet (pengembara).

Namun, apa yang didefinisikan oleh istilah itu adalah cerita lain.

Meskipun Pluto dengan cepat ditambahkan ke daftar planet Tata Surya setelah penemuannya pada 1930, beberapa dekade berikutnya para astronom masih berspekulasi bahwa pendatang baru itu bisa saja menjadi contoh pertama yang terdeteksi dari sejumlah benda es kecil di luar orbit Neptunus, yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper.

Spekulasi meningkat pada 1992, ketika para astronom mendeteksi 1992 QBI, Kuiper Belt Object (KBO) pertama, dengan diameter 160 kilometer (jauh lebih kecil dari Pluto, yang lebarnya 2.376 kilometer).

Tahun 2000-an dimulai dengan tiga penemuan besar KBO yang ukurannya kira-kira sebanding dengan Pluto.

Salah satunya, Eris yang terlihat pada 2005. Diperkirakan ukurannya lebih besar dari Pluto.

Masih di tahun yang sama, pada Juli, NASA mengumumkan bahwa "ilmuwan telah menemukan planet kesepuluh di Tata Surya".

Temuan ini mendorong IAU untuk membentuk sebuah komite yang bertugas menentukan apa yang dimaksud dengan planet, dengan tujuan mengajukan draf proposal akhir kepada para anggota.

Ironisnya, salah satu rencana awal tidak hanya mempertahankan Pluto sebagai planet, tetapi juga "mempromosikan" Charon, bulan terbesarnya, serta Eris dan Ceres - benda angkasa antara Mars dan Jupiter yang secara singkat ditetapkan sebagai planet setelah ditemukan pada 1801.

Namun, pada akhirnya delegasi IAU memilih definisi dengan kriteria berikut: sebuah planet harus mengorbit bintang, ukurannya harus memiliki gravitasi yang cukup untuk menjadikannya berbentuk bundar, dan harus cukup besar sehingga gravitasinya bisa menghilangkan benda apa pun dengan ukuran yang sama di dekat orbitnya.

Aturan terakhir itu menyegel nasib Pluto, karena ia berbagi lingkungan orbitnya dengan objek es KBO lainnya.

Pluto kemudian dipindahkan ke kategori baru sebagai "planet kerdil".

Tetapi tidak semua orang yakin. Para ahli seperti Stern mempertanyakan aturan "pembersihan lingkungan orbit", dengan alasan bahwa Bumi gagal memenuhi definisi yang ditentukan pada 2006 itu karena memiliki lebih dari 12.000 asteroid di sekitarnya.

Kontroversi lain muncul, menyoroti jumlah pemilih yang rendah pada pemungutan suara.

Pada waktu itu, hanya kurang dari 20% dari 2.700 delegasi yang menghadiri konferensi 10 hari di Praha itu yang benar-benar memberikan suara. Sebab, penyelenggara mengadakan pemungutan suara pada hari terakhir acara.


"IAU seperti membuat diri mereka sendiri sebagai lelucon karena saya terus melihat dan mendengar orang-orang dan para kolega menyebut Pluto sebagai sebuah planet," kata Stern dengan penuh keyakinan.

Ilmuwan NASA itu menambahkan bahwa peneliti planet seperti dia mengabaikan aturan IAU dan mengadopsi definisi geofisika dari sebuah planet – yaitu memiliki gravitasi yang cukup untuk menjadikannya berbentuk bundar dan memiliki massa yang cukup untuk menjalani fusi nuklir di bagian dalamnya.

Di bawah aturan itu, Pluto dan semua planet-planet "kerdil" lainnya memenuhi syarat sebagai planet.

Bagaimanapun, Stren merasa mendapatkan pembenaran dari temuan misi New Horizons.

Diluncurkan pada Januari 2006, penjelajah luar angkasa tak berawak itu mencapai Pluto sembilan tahun kemudian dan membuat banyak penemuan tentang planet kerdil yang memaksa para ilmuwan untuk merevisi modelnya.

Salah satu penemuannya adalah: Pluto mungkin memiliki "lautan air yang luas dan cair yang mengalir di bawah permukaan".

"Kami menunjukkan bagaimana Pluto adalah dunia yang jauh lebih kompleks daripada yang kami duga dan itu membuat saya semakin yakin bahwa definisi planet yang sekarang tidak dapat diterapkan."

“Kami tetap mencintai Pluto”


Kepala IAU, ahli astrofisika AS Debra Elmegreen, mengatakan kepada BBC melalui email bahwa dia tidak kaget dengan perdebatan yang terjadi secara berkepanjangan.

"Pluto ditemukan dalam masa hidup anak tertua kita, jadi sudah tertanam dalam pengetahuan kita," tulis Prof Elmegreen, yang menjabat sejak 2018.

"Selain itu, planet adalah hal pertama yang dipelajari kebanyakan anak-anak tentang luar angkasa."

Namun, dia tidak yakin reklasifikasi IAU terhadap Pluto akan diubah dalam waktu dekat dan secara diplomatis mengisyaratkan bahwa mungkin sudah waktunya untuk beranjak.

"Kami tetap mencintai Pluto, tetapi klasifikasi merupakan dasar bagi semua sains karena kami mengenali kesamaan dan perbedaan antar objek. Itulah cara kami memahami fisika, kimia, atau geologi yang mendasarinya," kata Profesor Elmegreen.

"Pluto akan tetap menjadi prototipe dari klasifikasi baru ini (planet kerdil), tetapi itu tidak mengubah signifikansinya dalam memahami evolusi sistem planet."

Kepala IAU itu mengakui bahwa debat benar-benar membantu orang-orang tetap fokus terhadap astronomi.

Jadi, mungkin mereka tidak terlalu memikirkan akun parodi Clyde W. Tombaugh di Twitter, atau pemungutan suara yang dibuat oleh Kevin Schindler di Flagstaff.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung yang ingin memberikan sumbangan ke Observatorium Lowell diminta untuk memasukkan uang tunai mereka ke dalam kotak berlabel status Pluto menurut mereka - planet, planet kerdil, lainnya atau 'Saya tidak peduli' .

"Saya senang karena para pengunjung kami memilih [status pluto] dengan uang mereka," kata sejarawan itu sambil tersenyum.


7 Konspirasi aneh di balik kelucuan kartun terkenal



Suaritoto.com - Kamu pasti memiliki kartun favorit yang selalu menjadi tontonan setiap weekend ketika kamu masih kecil bahkan saat beranjak dewasa. Konsepnya yang unik dan menghibur, anak kecil kita pasti tidak akan sadar jika ada konspirasi-konspirasi rahasia yang disisipkan oleh pembuat kartun tersebut. Bahkan saking konyolnya sebuah kartun, kita bisa sampai lupa bahwa ada orang-orang profesional yang membuat kartun tersebut hingga menarik untuk kita tonton. Kartun berikut ini bukan cuma di ambil dari imajinasi anak-anak.


Banyak orang-orang yang percaya bahwa beberapa kartun tidak sesuci atau sepolos yang kita pikirkan. Di balik karakter-karakter lucu yang kerap membuat kita tertawa, ada beberapa pesan tersembunyi atau cerita yang sangat menyeramkan. Nah, film kartun apa saja yang memliki konspirasi aneh di balik kelucuannya? Berikut rangkuman Suaritoto.com dari berbagai sumber.

1. Scooby-Doo.


Banyak orang yang percaya jika Shaggy dalam kartun Scooby-doo adalah seorang pecandu ganja. Hal ini didukung dari penampakan Shaggy sedang merokok dari beberapa episode. Para penggemar bahkan mengakui jika Shaggy merokok marijuana hingga sering berhalusinasi dan melihat anjing kesayangannya bisa berbicara dan bergerak seperti manusia.

2. Masha & The Bear.


Banyak orang yang percaya kisah Masha and The Bear di ambil dari kisah nyata yang di angkat menjadi serial kartun. Masha sebenarnya sudah mati, tayangan di televisi itu untuk mengenang Masha.

Kisahnya, ada seorang perempuan yang bernama Masha yang sangat menyukai sirkus. Sampai suatu hari ada pertunjukan sirkus di tempat tinggalnya, Masha sangat senang dan meminta orangtuanya untuk pergi ke sirkus itu. Saat menonton, diapun berlari ke belakang panggung tanpa diketahui orang tuanya. Masha tidak tau bahwa binatang liar tidak seperti di kartun-kartun. Masha pun mendekati kandang beruang ini dan menyelinap masuk. Saat itu, hewan buas itu langsung menerkam Masha dengan ganas. Orangtuanya yang datang dan melihat kondisi Masha, akhirnya depresi dan bunuh diri. Inilah kenapa tidak ada sosok orangtua Masha di film tersebut.

3. Mickey Mouse.

3. Mickey Mouse.Film yang dibuat Walt Disney ini memang legendaris. Tahun 1930 sudah mulai diproduksi walaupun masih ala kadarnya. Film Micky Mouse di produksi satu tahun sebelum periode depresi besar yang merupakan peristiwa menurunya tingkat ekonomi secara dramatis di seluruh dunia. Depresi ini menghancurkan ekonomi, baik negara industri maupun negara berkembang dan seluruh kota besar di dunia ikut terkena imbasnya. Di periode depresi berat ini, banyak sekali orang mengalami kesusahan secara finansial yang membuat mereka tidak stabil secara mental.

Hal ini yang mendorong bahwa Mickey Mouse digunakan sebagai population control. Banyak film-film Mickey Mouse yang menunjukan bahwa karakter-karakternya bunuh diri. Ketika bunuh diri meningkat, dimana episode-episode ini di tayangkan seakan kartun ini digunakan untuk mengurangi populasi yang ada, sehingga ekonomi negarapun bisa membaik karena orang-orang yang di uruspun berkurang.

4. Spongebob Squarepants.


Spongebob adalah salah satu kartun yang sangat populer yang banyak disukai semua kalangan. Hampir semua anak di dunia ini, bahkan hafal nama-nama karakter dari film ini. Karakter kocak dari Spongebob ternyata suatu upaya untuk mengubah sebuah pulau yang hancur karena radiasi nuklir. Nama Pulau Bikini Bottom menjadi tempat tinggal Spongebob yang di ambil dari sebuah pulau karang yang disebut Bikini Atol yang digunakan sebagai tempat uji coba senjata nuklir.

5. Tom and Jerry.



Kartun Tom and Jerry tentu dikenal baik oleh masyarakat Indonesia. Selain anak-anak yang menyukai kartun ini, orang dewasa pun juga tidak bosan menonton tingkah lucunya. Banyak dari kita yang mungkin melihat kartun ini biasa-biasa saja. Namun terdapat konspirasi di balik lucunya tingkah seekor kucing dan tikus yang sama-sama usil tersebut.

Tom and Jerry disebut sebagai propaganda Nazi. Kartun ini pertama kali ditanyangkan bersamaan dengan perang Inggris dengan Jerman. Di teori satu ini, Tom digambarkan sebagai Tommys yaitu nama lain tentara Inggris dan Jerry menggambarkan Jerrys tentara Jerman. Tom selalu menunjukan bahwa dia mencoba membunuh Jerry, tapi Jerry selalu menang. Entah benar atau tidak, namun beberapa orang percaya jika karakter Tom and Jerry adalah untuk menyindir perang yang tidak ada habis-habisnya.

6. Frozen.


Frozen adalah film Disney yang paling sukses sepanjang masa. Tapi taukah kamu, dulu sebelum film Frozen, Coco, Moana, Aladin, dan lain-lain, Walk Disney memulai filmnya hanya dengan Mickey Mouse. Hanya dari Mickey Mouse saja Disney sudah menjadi perusaha yang sangat sukses, dan Walt Disney menjadi miliarder.

Sebelum Walt Disney meninggal di tahun 1966, dia memiliki kekayaan sekitar USD 80 juta. Sebagai orang yang sangat kaya, banyak orang yang percaya bahwa pada zaman itu ada satu pembelajaran teknologi bernama Cryonics, di mana tubuh manusia dibekukan dengan harapan bisa dicairkan dan hidup kembali di masa yang akan datang. Kartun frozen sengaja dibuat dan dinamakan Frozen untuk menutupi berita mengenai dibekukannya Walt Disney.

7. Rugrats.


Banyak orang yang percaya sebuah teori yang mengatakan bahwa semua yang ada di Rugrats hanya terjadi di dalam kepala Angelica. Angelica mengidap penyakit skizofrenia sejak kecil. Penyakit ini merupakan kelainan mental yang membuat penderitanya bisa membayangkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Jadi di teori ini, semua bayi yang ada Rugrats sebenarnya tidak ada. Ini hanyalah imajinasi Angelica. Angelica sangat trauma yang membuat dia tidak memiliki teman, sehingga dia membayangkan bayi-bayi dari orang-orang terdekat yang sebenarnya sudah mati. Hanya di Rugrats Angelica bisa berbicara dengan bayi-bayi tersebut.

Chucki si rambut merah mati bersama ibunya saat lahir, hal itu menyebabkan ayah Chucki super khawatir. Tommy yang menjadi tokoh utama mati ketika lahir, hal ini menyebabkan ayahnya depresi. Adapun Phil and Lil yang berjenis kelamin ambigu, sebab ibunya melakukan aborsi. jadi di imajinasi Angelica, Phil dan Lil adalah kembar.


Minggu, 20 Juli 2025

Teori Konspirasi Kisah 4 Bintang Teletubbies, Kematian Tinky Winky dan Penembakan Sumber Artikel berjudul " Teori Konspirasi Kisah 4 Bintang Teletubbies, Kematian Tinky Winky dan Penembakan ", selengkapnya dengan link: https://www.pikiran-rakyat.com/teknologi/pr-015286360/teori-konspirasi-kisah-4-bintang-teletubbies-kematian-tinky-winky-dan-penembakan

 


KONSPIRASISUARI - Serial TV anak-anak, Teletubbies dinilai sukses menarik perhatian sejak pertama kali ditayangkan pada 31 Maret 1997. Lebih dari 1 miliar anak di seluruh dunia menyukai serial TV Teletubbies, yang berisi empat alien warna-warni tersebut. Empat tokoh Teletubbies, Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po membawa karakter ceria untuk anak-anak yang menontonnya. Namun di balik keceriaan empat bintang Teletubbies, terdapat skandal mengejutkan yang telah merentang dalam sejarah lahirnya Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po. Baca Juga: Terungkap! 

Rahasia kelam keempat bintang Teletubbies diduga berhasil merusak kepolosan pertunjukkan, mulai dari kisah aktor yang dipecat dari pertunjukan, hingga kematian yang tragis.+

1. Tragedi Tinky Winky



Aktor tertua adalah Tinky Winky, boneka berwarna ungu itu menyebabkan kontroversi paling banyak selama masa jabatannya di acara TV anak-anak. Beberapa penonton yang tidak puasa mengklaim karakter itu gay, saat ia membawa tas merah di tangannya. Seorang penginjil AS memperingatkan orang tua bahwa boneka ungu yang dicintai anak-anak itu merupakan warna kebanggaan gay. 

Sementara antena segitiga yang berada di atas kepalanya merupakan simbol kebanggaan gay. Karakter Tinky Winky yang diperankan Dave Thompson meninggalkan pertunjukan setelah beberapa episode pertama Teletubbies.

Kemudian pihak produksi Teletubbies telah menegaskan bahwa karakter itu gay. Karakter Tinky Winky kemudian digantikan oleh Simon Shelton yang merupakan penari balet dan koreografer terlatih. Sayangnya, Simon Shelton meninggal dunia karena hipotermia pada Januari 2018 pada usia 52 tahun.

2. Dipsy



Boneka hijau ini merupakan favorit kuat para anak-anak, karakter ini dimainkan komedian John Simmit yang mengatakan penampilannya dipengaruhi oleh trek reggae. Dipsy akan berkata 'Papa Come Papa Come To Po' yang sebenarnya diambil dari lagu reggae klasik berjudul The Whip. 

John Simmit pernah mengatakan bahwa mengenakan kostum berat selama berjam-jam adalah pengalaman yang tidak menyenangkan, dan harus memakai pakaian dalam khusus untuk menyerap semua keringat. "Ketika kami kehabisan kostum, Anda harus memalingkan wajah Anda ke arah lain dan berbicara kepada kami dari jauh karena kami bau dan sangat berkeringat sehingga Anda bisa memeras kami.Alat peraga besar untuk meja rias kami karena tahan dengan kami," katanya.


3. Laa Laa


Tokoh Laa Laa yang diperankan Nikky Smedley ini memiliki karakter menggemaskan, boneka termuda kedua dari Teletubbies. Nikky Smedley mendapatkan peran tersebut setelah membalas iklan surat kabar yang meminta aktor tersebut membintangi acara TV anak-anak.

Nikky Smedley menjelaskan bahwa memakai kostum yang panas dan berat itu adalah mimpi buruk, karena mereka harus berada di dalamnya hingga 11 jam sehari.

Dia meninggalkan Teletubbies, dan kini bekerja di Ragdoll Productions, kemudian ia terlibat dalam koreografi acara anak-anak hit lainnya termasuk In The Night Garden.

4. PO


Bayi dari keluarga Teletubbies ini adalah Po, boneka berwarna merah ini terkenal karena antenanya yang berbentuk lingkaran dan kecintaannya pada gelembung, serta skuternya. 

Aktris Pui Fan Lee mendapat peran Po tidak lama setelah meninggalkan sekolah drama, dan dia adalah bintang dari gambar ikonik yang diambil saat istirahat dalam pembuatan film, menunjukkan dia berbaring di rumput palsu sambil memakai pakaian dalam karakter Po.

Pui merupakan seorang aktris yang sukses, serta memiliki alter-ego di mana ia berpakaian seperti Teletubby.

Namun Pui dikenal saat ia membintangi adegan seks lesbi untuk acara metroseksualitas. Dia juga memiliki pesan di The Edge of Reason pada tahun 2004 dan 28 Weeks Later, di mana ia harus memainkan karakter penembakan zombie bernama Helen.

Pui memerankan De. Fremantle di EastEnders pada 2019, adegannya melibatkan diagnosis autisme putra Mick dan Linda Carter, Ollies.***



Sisi Gelap Makhluk Mitologi Putri Duyung, Suka Mengorbankan Manusia

  Suaritoto    -  Putri duyung adalah makhluk mitologi setengah gadis dan setengah ikan atau ular laut. Wanita-wanita ini sering dikenal mis...