Translate

Sabtu, 15 November 2025

5 Ilmuwan Ini Lakukan Penelitian Tentang Hantu, Bagaimana Hasilnya?

 

Jakarta - Pada umumnya, ilmuwan melakukan penelitian dalam bidang sains ataupun teknologi. Namun siapa sangka, ada sejumlah ilmuwan yang justru melakukan penelitian tentang hantu.

Padahal, banyak ilmuwan yang skeptis dan tidak yakin tentang hal-hal yang berbau supranatural. Sebab, hal yang berkaitan tentang hantu atau mistis dianggap sudah di luar nalar.

Meski begitu, di kalangan masyarakat banyak yang percaya tentang kehadiran makhluk halus. Bahkan, sejak abad ke-19 masyarakat sudah tertarik tentang hantu.

Antusias tinggi masyarakat untuk mendalami hal-hal supernatural ternyata berhasil menarik sejumlah ilmuwan. Mereka kemudian melakukan sejumlah penelitian tentang hantu.

Lantas, siapa saja ilmuwan yang melakukan penelitian tentang hantu? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Ilmuwan yang Lakukan Penelitian Tentang Hantu

1. Michael Faraday


Ilmuwan yang pertama adalah Michael Faraday. Ia dikenal karena penemuannya tentang elektrolisis dan induksi elektromagnetik.

Meski banyak menemukan hal-hal di bidang sains, Faraday juga penasaran tentang hal yang berbau mistis. Salah satu hal yang membuat dirinya penasaran adalah ilmu di balik table turning pada 1853.

Sedikit informasi, table turning adalah kemampuan sebuah meja untuk berubah posisi menjadi terbalik. Bukan digerakkan oleh manusia, tapi karena kemampuan mediasi antara seseorang dengan arwah lewat benda populer pada 1850-an.

Nah, Faraday ingin mencari tahu apakah fenomena meja terbalik mungkin disebabkan oleh listrik atau magnet, bukan dipicu oleh arwah gentayangan.

Faraday melakukan eksperimennya secara diam-diam dengan memantau pergerakan otot peserta selama proses pemanggilan arwah. Penelitian itu akhirnya dipublikasikan pada 30 Juni 1853 lewat surat kabar Times.

Menurutnya, fenomena table turning bukan terjadi karena aspek spiritual melainkan fisik. Peserta meyakini jika meja tersebut bisa bergerak secara sendiri, tetapi tidak sadar bila mereka tengah melakukannya.

Penelitian tersebut juga membuat Faraday memahami mekanisme di balik gaya tak sadar atau kini dikenal sebagai efek ideomotor.


2. Pierre dan Marie Curie



Sepasang suami istri yang juga merupakan ilmuwan, yakni Pierre dan Marie Curie juga pernah melakukan penelitian tentang pemanggilan arwah. Saat itu, mereka meneliti metode spiritual yang terkenal yaitu Eusapia Palladino pada 1905.

Proses tersebut menunjukkan sejumlah kejadian supranatural yang menyeramkan, mulai dari muncul suara aneh, meja melayang, hingga benda terbang.

Pemenang hadiah Nobel tersebut berusaha untuk menghilangkan prasangka terkait segala hal yang terjadi. Pierre menyatakan jika ia yakin dengan fenomena yang dilihatnya tidak bisa dijelaskan sebagai tipuan.

Namun, saat itu Marie tidak secara terbuka mendukung konsep spiritualisme. Sampai akhirnya sang suami, Pierre Curie meninggal dalam kecelakaan kereta di usia 46 tahun.

Pasca meninggalnya Pierre, Marie mulai menulis berbagai hal kepada suaminya di buku harian. Lalu, ia mulai percaya jika ada kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang-orang terkasih meski mereka sudah tidak ada.

3. John Ferriar


Pada awal abad ke-19, seorang dokter sekaligus reformis kesehatan masyarakat, John Ferriar melakukan penelitian tentang hantu. Ia ingin membuktikan apa benar hantu bersifat supernatural atau hanya tipuan belaka.

Penemuan John Ferriar diterbitkan dalam bukunya An Essay Towards a Theory of Apparitions pada 1813. Ia meyakini adanya sosok hantu.

Dalam buku tersebut, John mengatakan "Bentuk orang yang meninggal atau hilang telah dilihat, dan suaranya telah didengar oleh para saksi yang keterangannya dapat dipercaya."

Menurutnya, hantu atau penampakan tercipta oleh pikiran manusia yang terlalu bersemangat, sehingga bisa memproyeksikan mental. Dengan begitu, hantu bisa disebut sebagai fenomena psikologi daripada fenomena supernatural.


4. Alfred Russel Wallace


Alfred Russel Wallace merupakan seorang naturalis terkenal yang mengemukakan teori evolusi melalui seleksi secara independen dari Charles Darwin. Keduanya memang sudah berkorespondensi tentang subjek tersebut sebelum akhirnya Darwin menerbitkan buku On the Origin of Species pada 1859.

Akan tetapi, Alfred tak pernah mendapat pujian sebesar Darwin. Kontribusinya di dunia sains bahkan sering dianggap keliru oleh banyak orang karena ia tertarik pada hal spiritualisme.

Alfred menyampaikan teori evolusi ke tingkat lebih tinggi daripada Darwin. Ia menyatakan jika teori itu menunjuk pada hadirnya alam supernatural.

Lewat teorinya, Alfred meyakini jika manusia mengembangkan berbagai kemampuan melalui proses yang rumit. Sayangnya, teori tersebut membuatnya kembali mendapat cemoohan dari masyarakat.

Meski begitu, Alfred tetap menulis banyak artikel dan membongkar keberadaan roh manusia setelah kematian. Hal itu dibuktikan dengan adanya foto-foto roh.


5. Eleanor Sidgwick


Daftar ilmuwan yang terakhir adalah Eleanor 'Nora' Sidgwick. Ia merupakan seorang ahli matematika dan kepala sekolah Newnham College di University Cambridge.

Selain itu, ia juga merupakan sosok penting dalam organisasi Society for Psychical Research (SPR). Kala itu, organisasi tersebut dihormati banyak orang karena mengeksplorasi fenomena supernatural.

Di dalam organisasi tersebut berisi sejumlah ilmuwan, akademisi, dan orang-orang terkemuka seperti Arthur Conan Doyle, ahli kimia William Crookes, dan fisikawan Oliver Lodge.

Selama perannya di SPR sebagai presiden, Sidgwick telah melakukan banyak penelitian, mempelajari telepati, hingga levitasi (ilmu melayang). Salah satu temuannya yang ia percaya adalah telepati merupakan fenomena alam yang asli dan langka.

Pada 1891, SPR diminta oleh masyarakat untuk menyelidiki tentang sejumlah fotografi roh. Nah, beberapa fotonya ada yang dimiliki oleh Alfred Russel Wallace.

Alfred percaya jika banyak foto yang menunjukkan penampakan hantu adalah asli karena tidak bisa dijelaskan. Namun, projek itu akhirnya diambil alih Sidgwick dan hasilnya ditulis dalam makalah On Spirit Photographs.

Dalam makalah tersebut, Sidgwick membantah temuan Alfred dan mengungkapkan jika banyak trik yang bisa digunakan untuk menciptakan efek hantu.

Itu tadi lima ilmuwan yang pernah melakukan penelitian tentang hantu. Apakah kamu termasuk percaya dengan keberadaan makhluk halus?.


Kamis, 13 November 2025

Misteri Palung Mariana yang Masih Menyimpan Rahasia Alam Bawah Laut

 


Misteri Palung Mariana menjadi topik yang selalu menarik perhatian banyak pihak, terutama para peneliti dan pecinta laut dalam.

Palung yang terletak di Samudra Pasifik ini menyimpan berbagai fenomena luar biasa yang belum sepenuhnya terungkap hingga kini. Banyak cerita dan spekulasi berkembang mengenai apa saja yang tersembunyi di kedalaman laut terdalam di dunia ini.

Misteri Palung Mariana


Misteri Palung Mariana meliputi berbagai hal, mulai dari makhluk hidup yang unik hingga kondisi lingkungan ekstrem di dalam laut.

Mengutip dari p2k.stekom.ac.id, dengan kedalaman lebih dari 11.000 meter, tekanan air di dasar palung mencapai tingkat yang sangat tinggi, membuatnya menjadi salah satu tempat paling tidak ramah bagi kehidupan.

Tekanan ekstrem menjadi tantangan besar bagi makhluk hidup yang menghuni Palung Mariana.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa ada organisme yang mampu bertahan di lingkungan tersebut, seperti xenophyophores, amphipoda, dan teripang kecil.

Amphipoda, misalnya, merupakan krustasea kecil yang memiliki adaptasi khusus untuk hidup di lingkungan tekanan tinggi. Keberadaan mereka mengungkap kemampuan luar biasa kehidupan untuk bertahan dalam kondisi yang tampak mustahil.

Salah satu fenomena lain yang terjadi adalah suara misterius yang ditemukan pada tahun 2014. Ilmuwan mencatat suara menyeramkan mirip erangan makhluk besar yang kemudian dinamai "biotwang."

Awalnya, suara ini membingungkan para peneliti hingga akhirnya terungkap bahwa panggilan paus Bryde menjadi sumbernya.

Penemuan ini menunjukkan bagaimana suara dapat berubah dan terdistorsi dalam kondisi ekstrem di laut dalam.
Keberadaan polutan buatan manusia di Palung Mariana juga menjadi salah satu misteri terbesar. 

Penelitian dari Universitas Newcastle menemukan adanya bahan kimia terlarang yang berasal dari polutan industri yang dilarang penggunaannya sejak tahun 1970.


Penemuan ini membuktikan bahwa aktivitas manusia dapat mencapai kedalaman yang sebelumnya dianggap mustahil dijangkau. Fakta ini memunculkan kekhawatiran baru tentang dampak pencemaran terhadap ekosistem laut dalam.

Selain itu, fakta bahwa Palung Mariana lebih dalam daripada puncak Gunung Everest menambah daya tariknya.

Palung ini ditemukan pertama kali pada tahun 1875 oleh ekspedisi HMS Challenger dan dinamai berdasarkan Kepulauan Mariana yang berdekatan.

Penemuan ini menjadi tonggak awal eksplorasi laut dalam, meskipun hingga kini baru sebagian kecil Palung Mariana yang berhasil dipelajari.

Palung Mariana juga menyimpan misteri tentang bagaimana kehidupan di sana berkembang tanpa bantuan sinar matahari. Organisme di kawasan ini mengandalkan sumber energi kimia yang berasal dari hidrotermal untuk bertahan hidup.

Kondisi unik ini membuka wawasan baru tentang kemungkinan kehidupan di lingkungan ekstrem, termasuk di luar planet Bumi.

Penelitian di Palung Mariana menunjukkan betapa luas dan kompleksnya laut dalam yang masih belum sepenuhnya terungkap.

Misteri Palung Mariana bukan hanya tentang kedalaman atau tekanan, tetapi juga bagaimana lingkungan ini menjadi rumah bagi makhluk hidup dengan adaptasi luar biasa.

Kehidupan yang tersembunyi di sana mungkin saja memegang jawaban atas pertanyaan besar tentang keberagaman dan keberlanjutan di dunia laut. (Khoirul)



Rabu, 12 November 2025

Apakah Kraken Itu Nyata? Ketahui Misteri Makhluk Legendaris Itu di Sini

  


Apakah kraken itu nyata menjadi pertanyaan yang telah lama memicu rasa penasaran banyak pihak.

Sosok ini telah menjadi bagian dari cerita laut sejak ratusan tahun lalu. Kehadirannya kerap dihubungkan dengan legenda yang misterius dan menakutkan.

Apakah Kraken Itu Nyata?


Apakah kraken itu nyata? Jawaban atas pertanyaan ini berakar pada kisah tentang makhluk laut raksasa yang sering digambarkan memiliki tentakel besar. 

Mengutip dari interactiveoceans.washington.edu, dalam cerita rakyat Skandinavia, kraken dikenal sebagai monster laut yang menghantui para pelaut.

Sosoknya sering digambarkan sangat besar hingga mampu menenggelamkan kapal hanya dengan melilitkan tubuhnya ke lambung kapal.

Banyak penjelajah zaman dahulu percaya bahwa kraken tinggal di perairan dalam dan kerap muncul untuk menyerang kapal-kapal dagang.

Sebagian ilmuwan modern menduga bahwa legenda kraken mungkin terinspirasi dari pertemuan para pelaut dengan cumi-cumi raksasa.




Spesies yang dikenal sebagai Architeuthis dux ini bisa mencapai panjang hingga 13 meter dan hidup di kedalaman laut. Namun, 

keberadaan cumi-cumi raksasa baru dibuktikan secara ilmiah pada abad ke-19, jauh setelah cerita kraken berkembang di masyarakat.

Hal ini memunculkan pertanyaan apakah kraken benar-benar nyata atau hanya simbol ketakutan manusia terhadap lautan yang belum terjelajahi.

Dalam budaya populer, kraken sering digambarkan sebagai makhluk mistis yang memicu bencana besar. Penggambaran ini menjadikan kraken simbol kekuatan alam yang tidak terkendali.

Beberapa teori konspirasi bahkan menyebutkan bahwa kraken mungkin masih bersembunyi di dasar laut, di wilayah yang belum sepenuhnya dijelajahi manusia.

Meskipun sebagian besar kisah tersebut tidak memiliki bukti ilmiah, cerita-cerita ini tetap hidup dalam budaya masyarakat. 


Keberadaan makhluk raksasa seperti kraken maupun naga dalam mitos Nusantara mencerminkan ketakutan sekaligus rasa kagum manusia terhadap lautan yang luas dan penuh misteri.

Secara keseluruhan, apakah Kraken itu nyata? Saat ini, jawabannya lebih mengarah pada ketidakpastian.

Sementara banyak peneliti menganggap Kraken sebagai legenda, beberapa percaya bahwa makhluk besar yang ada di laut mungkin memang ada, namun dalam bentuk yang 




Selasa, 11 November 2025

Misteri kota berusia 6.000 tahun yang tenggelam jauh di bawah laut

 

Para ahli meyakini mereka telah menemukan kota kuno dengan piramida dan jalan yang dibangun 6.000 tahun lalu, tersembunyi di dasar laut..

Lebih dari dua dekade setelah pertama kali ditemukan, sebuah kota bawah laut misterius di lepas pantai Kuba kembali menjadi sorotan, menarik perhatian para ilmuwan , sejarawan, dan ahli teori konspirasi.

Minat baru ini muncul di tengah gelombang spekulasi media sosial dan kemajuan teknologi bawah laut yang mungkin akhirnya mengungkap kebenaran di balik kota metropolitan yang tenggelam itu.

Terletak di dekat semenanjung Guanahacabibes, situs ini memiliki blok-blok batu melingkar raksasa dan banyak struktur seperti piramida - mengungkapkan informasi tentang peradaban kuno yang ada ribuan tahun lalu.



Kota kuno itu, yang diyakini berusia 6.000 tahun, pertama kali ditemukan pada tahun 2001 oleh pasangan suami istri insinyur kelautan Paulina Zelitsky dan Paul Weinzweig, yang sedang memindai dasar laut untuk mencari harta karun bangkai kapal Spanyol menggunakan teknologi sonar.

Pemindaian mereka mengungkap bongkahan batu raksasa yang bertumpuk hingga setinggi tiga meter, terletak “lebih dari 610 meter di bawah permukaan laut”.

“Bangunannya sungguh menakjubkan, tampak seperti pusat kota besar,” kata Zelitsky.

Sementara pengguna media sosial saat ini berspekulasi bahwa reruntuhan ini bisa jadi merupakan bukti Atlantis, para ahli tetap skeptis.

“Akan sangat tidak bertanggung jawab jika kita mengatakan sesuatu sebelum kita punya buktinya,” Zelitsky memperingatkan.

Sementara itu, ahli geologi Kuba Manuel Iturralde-Vinent dan arkeolog bawah laut Michael Faught mengatakan batuan tersebut bisa jadi merupakan batuan alami yang terbentuk oleh arus bawah laut dan aktivitas seismik.

Iturralde-Vinent mengakui struktur-struktur itu "sangat aneh," tetapi menekankan bahwa kedalamannya menimbulkan masalah besar. "Aneh. Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, dan kami tidak punya penjelasannya," ujarnya kepada The Washington Post , memperkirakan bahwa agar situs itu merupakan daratan, permukaan laut harus sekitar 700 meter lebih rendah daripada saat ini.

Terakhir kali hal itu terjadi adalah pada Zaman Es lebih dari 50.000 tahun yang lalu – jauh sebelum manusia diperkirakan menginjakkan kaki di Amerika.



Arkeolog Faught setuju: "Akan sangat bagus jika Zelitsky dan Weinzweig benar, tetapi itu sudah sangat maju dibandingkan dengan apa pun yang kita lihat di Dunia Baru pada kurun waktu tersebut. Strukturnya sangat tidak pada tempatnya."

Jika ini memang sebuah kota, ia bisa saja ada sebelum semua peradaban yang dikenal di Amerika.

Jika reruntuhan ini berusia lebih dari 6.000 tahun – lebih tua dari piramida Mesir – reruntuhan ini dapat mengubah sebagian pengetahuan kita tentang perkembangan perkotaan awal.

Meskipun menimbulkan rasa ingin tahu, lokasi yang terpencil dan kedalaman yang ekstrem sejauh ini telah menghalangi dilakukannya eksplorasi lanjutan yang terperinci.

Penyelaman yang direncanakan pada tahun 2002 dibatalkan, dan masalah pendanaan serta kontrol ketat Kuba atas ekspedisi asing juga disalahkan atas kurangnya penyelidikan lebih lanjut, menurut ahli kelautan Amerika Sylvia Earle.



Teknologi canggih saat ini – dari pencitraan sonar 3D beresolusi tinggi hingga kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh – pada akhirnya dapat memungkinkan para peneliti untuk memetakan lokasi tersebut dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya, mengungkap apakah struktur tersebut buatan manusia atau alami.

Hingga saat itu, penemuan tersebut terus memicu banyak teori daring.

Entah itu kota kuno yang belum ditemukan atau formasi alam yang aneh, lokasi di lepas pantai Kuba jelas layak untuk petualangan bergaya Indiana Jones.



Berita terkait



Senin, 10 November 2025

Misteri 4 Kapal Selam Hilang Berurutan Tahun 1968, Tak Terpecahkan

 

Suaritoto - Tewasnya lima penumpang kapal selam Titan menjadi insiden kecelakaan kapal selam terbaru yang menarik perhatian dunia. Tenggelamnya kapal selam di perairan dalam mungkin jarang terjadi tetapi selalu berakibat fatal, dan penyebabnya hampir tidak pernah diketahui sepenuhnya.

Di tahun 1968, pernah terjadi insiden empat kapal selam dari empat negara berturut-turut menghilang dalam jangka waktu lima bulan. Lebih dari setengah abad kemudian, penyebabnya masih belum diketahui. Berikut adalah rangkuman tentang empat kapal selam yang nahas tersebut, dikutip dari Insider, Senin (10/11/2025).

INS Dakar

INS Dakar adalah kapal selam kelas-T Israel yang diluncurkan pada tahun 1943 dan bertugas di angkatan laut Inggris sebagai HMS Totem sebelum dibeli oleh Israel pada tahun 1965.

Setelah menyelesaikan uji coba laut dan menyelam di Skotlandia, Dakar dijadwalkan tiba untuk upacara penyambutan di Israel pada 29 Januari 1968. Kapal selam itu tiba di Gibraltar pada 15 Januari, melaporkan lokasinya tepat di sebelah timur Kreta pada 24 Januari, dan mengirimkan pesan terakhir tak lama setelah tengah malam pada tanggal 25 Januari.

Ketika jelas kapal selam itu hilang, kapal-kapal dari Inggris, Yunani, Turki, Lebanon, dan Israel mencari di daerah itu selama berhari-hari, meskipun upaya itu diperumit oleh ketegangan di wilayah tersebut. Tak ada hasil menggembirakan, pencarian secara resmi berakhir pada 4 Februari, namun 69 awaknya tidak secara resmi dinyatakan meninggal hingga tahun 1981. Pada tahun 1991, bangkai kapal akhirnya ditemukan di antara Kreta dan Siprus sekitar 2.900 meter lebih di bawah air..

Penyebab tenggelamnya Dakar tidak pernah diketahui. Masyarakat Israel awalnya percaya bahwa Soviet mungkin bertanggung jawab atas insiden ini, tetapi kemudian mereka mengesampingkan tindakan bermusuhan. Karena Dakar tidak membawa torpedo dan bangkai kapal sebagian besar utuh, ledakan internal juga tidak mungkin terjadi.

Teori yang berlaku adalah kecelakaan dahsyat kemungkinan disebabkan oleh kesalahan mekanis atau manusia, atau snorkel kapal selam rusak setelah menabrak kapal lain menyebabkan kerusakan fatal kapal selam.


Minerve



Minerve adalah kapal selam kelas Daphné angkatan laut Prancis yang diluncurkan pada tahun 1961. Berbasis di Toulon, kapal ini memiliki 52 awak.

Pada 27 Januari 1968, Minerve terjebak dalam cuaca buruk saat kembali ke Toulon dari operasi pelatihan di Mediterania. Saat berada sekitar 48 km selatan pantai Prancis, Minerve melakukan kontak dengan pesawat Prancis dan mengatakan akan tiba di pelabuhan sekitar satu jam.

Tapi Minerve tidak pernah tiba. Pencarian dilakukan dengan 20 kapal dan pesawat, termasuk kapal induk Clemenceau, tetapi akhirnya dihentikan pada 2 Februari. Berbagai pencarian di tahun-tahun berikutnya juga gagal menemukan kapal selam tersebut.

Pada 2019, Minerve ditemukan oleh perusahaan pemetaan laut Amerika, Ocean Infinity, sebagai bagian dari upaya yang disponsori pemerintah Prancis untuk menemukan kapal selam tersebut. 

Kapal itu ditemukan sekitar 45 km dari Toulon di kedalaman sekitar 2.377 meter. Namun pemerintah Prancis memutuskan untuk tidak menaikkan kapal selam tersebut, sehingga penyebab tenggelamnya kapal tersebut mungkin tidak akan pernah diketahui.

K-129


K-129 adalah kapal selam rudal balistik diesel-listrik kelas Golf II Soviet yang diluncurkan pada tahun 1959. Merupakan bagian dari Armada Pasifik Soviet, ia memiliki 98 awak dan membawa tiga rudal balistik.

Pada 8 Maret 1968, hampir dua minggu dalam patroli di Pasifik Utara, K-129 gagal mengirim pesan radio yang dijadwalkan. Soviet segera memulai pencarian dengan 36 kapal dan puluhan pesawat yang melakukan lebih dari 200 kali penerbangan di atas area pencarian.

Setelah dua bulan dan tidak ada tanda-tanda K-129, Soviet menyerah. Menyaksikan hal ini, Angkatan Laut AS penasaran dengan upaya pencarian besar-besaran. AS tahu sesuatu yang berharga telah hilang, sehingga mereka melanjutkan pencarian yang dilakukan Soviet. Berkat alat pendengar bawah air Angkatan Laut AS, mereka berhasil menemukan bangkai kapal K-129 pada 20 Agustus.

Bangkai kapal, yang terletak sekitar barat laut Hawaii, berada lebih dari 5.000 meter di bawah permukaan. Badan intelijen AS CIA yang ingin mendapatkan buku kode Soviet, rudal SS-N-5, dan torpedo nuklir, membuat rencana yang disebut Proyek Azorian untuk memulihkan kapal selam tersebut.

CIA membujuk miliarder eksentrik Howard Hughes untuk menggunakan perusahaan pertambangan laut dalam, Global Marine Inc., sebagai kedok untuk kapal yang didanai CIA yang dirancang khusus untuk memulihkan K-129 dan membawanya ke AS.

Pada tahun 1974, kapal Hughes Glomar Explorer berhasil menemukan sepertiga dari K-129. Terlepas dari klaim enam jenazah yang dikubur di laut, CIA tidak pernah secara terbuka mengungkapkan apa yang ditemukannya. Meskipun demikian, CIA diyakini telah memperoleh dua torpedo nuklir dan barang intelijen lainnya.

USS Scorpion


Hampir tiga bulan setelah K-129 tenggelam, USS Scorpion , kapal selam serangan bertenaga nuklir kelas Skipjack dengan 99 awak, hilang di Atlantik saat kembali dari patroli di Mediterania.

Diluncurkan pada tahun 1959, Scorpion punya reputasi buruk terkait masalah mekanis sehingga krunya menyebut kapal ini Scorpion. Kapal ini tergesa-gesa direparasi di tahun 1967 dan segera berangkat untuk patroli Mediterania pada tanggal 15 Februari 1968.

Menjelang akhir patrolinya, Scorpion diperintahkan untuk mengamati aktivitas angkatan laut Soviet di Kepulauan Canary. Pada tanggal 21 Mei, disiarkan melalui radio bahwa jaraknya sekitar 80 km di selatan Azores dan diperkirakan akan kembali ke Norfolk pada tanggal 27 Mei.

Nyatanya Scorpion tidak pernah tiba. Upaya pencarian besar-besaran diluncurkan dengan puluhan kapal, kapal selam, dan pesawat terbang di kedua sisi Atlantik, sampai akhirnya pada 5 Juni, Scorpion dan awaknya dinyatakan 'diduga hilang'.

Pencarian dilanjutkan, dan pada tanggal 29 Oktober, bangkai kapal ditemukan kira-kira 643 km barat daya Azores di kedalaman 3.000 meter di bawah air. Kapal selam itu pecah menjadi tiga bagian, layarnya robek, haluan telah terpisah dari kompartemen operasi, dan ruang mesin telah runtuh ke lambung kapal.

Angkatan Laut tidak pernah menentukan apa yang menyebabkan tenggelamnya Scorpion. Haluan utuh berarti torpedonya tidak meledak, tetapi beberapa palka di lambung kapal selam terbuka, dan baterai pada torpedo Mark 37 Scorpion kemudian diketahui memiliki cacat.

Teori yang paling mungkin adalah bahwa Scorpion tenggelam setelah torpedo secara tidak sengaja dipersenjatai (dikenal sebagai hot run) dan diledakkan di dalam atau di luar kapal selam, dan unit pembuangan sampah tidak berfungsi dan menyebabkan banjir yang memicu ledakan saat mencapai baterai, atau bahwa ledakan hidrogen disebabkan oleh gas yang terperangkap selama atau setelah pengisian baterai.

Kurangnya jawaban pasti juga menimbulkan teori konspirasi, termasuk bahwa Angkatan Laut Soviet menenggelamkan kapal selam sebagai pembalasan atas hilangnya K-129. Beberapa pejabat Angkatan Laut Soviet percaya K-129 tenggelam karena tabrakan dengan USS Swordfish, kapal selam AS yang beroperasi di Pasifik pada waktu yang sama.

Scorpion adalah salah satu dari dua kapal selam bertenaga nuklir yang hilang dari Angkatan Laut AS. Kapal lainnya, USS Thresher, tenggelam di lepas pantai Massachusetts pada tahun 1963.

Minggu, 09 November 2025

KONSPIRASI DI BALIK LAUT BALTIK

 

Ilustrasi Objek berbentuk Cakram mirip Ufo di dasar laut. 

KBRN, Nunukan: Pada musim panas tahun 2011, sebuah tim penjelajah laut dalam asal Swedia yang dikenal sebagai Ocean X membuat penemuan tak terduga di dasar Laut Baltik. Saat melakukan pemindaian sonar di kedalaman sekitar 90 meter, mereka menangkap gambar sebuah objek aneh berdiameter sekitar 60 hingga 90 meter yang bentuknya menyerupai pesawat luar angkasa dalam film Star Wars, Millennium Falcon. Penemuan ini kemudian dikenal sebagai Baltic Sea Anomaly atau Anomali Laut Baltik.

Sejak saat itu, objek misterius ini menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan, penggemar teori konspirasi, dan pencinta misteri. Penemuan anomali ini berasal dari ekspedisi yang awalnya mencari bangkai kapal kuno. Ocean X menggunakan teknologi sonar, semacam radar untuk bawah laut untuk memindai dasar laut.

- Benda Raksasa Berbentuk Cakram di Dasar Laut Baltik, Bentuknya Terlalu Sempurna.


Hasil pemindaian menunjukkan gambar yang sangat aneh, dimana terdapat sebuah objek besar, bulat, dengan garis-garis melingkar dan sudut yang terlihat terlalu teratur untuk disebut alami.

Tak hanya itu, terdapat semacam “Jejak” sepanjang 300 meter yang mengarah ke objek tersebut, seolah-olah benda itu meluncur atau tergelincir di dasar laut sebelum berhenti.

Para ilmuwan menduga tembok ini adalah "Megastruktur" yang dibangun oleh manusia purba, kemungkinan untuk berburu rusa kutub dengan cara menggiringnya ke arah tertentu, seperti tepi danau atau rawa, di mana mereka bisa diburu dengan lebih mudah. 

Dinding ini diperkirakan berusia sekitar 11.000 tahun dan sebagian besar terendam air setelah permukaan laut naik akibat mencairnya es setelah Zaman Es. (Sumber: Warstek.com)

Usaha Ilmuwan Pecahkan Misteri Struktur Aneh di Dasar Laut Baltik


 -Para ilmuwan yakin mereka akhirnya berhasil mengungkap kebenaran di balik salah satu misteri laut dalam terbesar di dunia.
Pada 2011, penjelajah Swedia Peter Lindberg dan Denis Asberg sedang menyisir Laut Baltik untuk mencari harta karun ketika radar sonar mereka mendeteksi struktur yang mencengangkan. Terletak hampir 90 meter di bawah gelombang, objek tersebut berbentuk lingkaran dengan diameter berukuran sekitar 60 meter.

Mungkin yang paling menakjubkan, bentuknya ditandai dengan garis-garis bersudut, menyebabkan banyak orang menyamakannya dengan pesawat luar angkasa Star Wars yang ikonik, Millennium Falcon.

Yang lebih mengejutkan lagi, formasi tersebut tampak seperti 'tangga' yang mengarah ke lubang gelap dan objek tak dikenal lainnya sekitar 200 meter jauhnya. Berbicara tentang penemuan tersebut saat itu, Asberg mengatakan benar-benar terkejut dan bingung.
"Kami berpikir, apa yang kami temukan di sini? Ini bukan bangkai kapal. Saat itu kami yakin ada penjelasan alamiah," ujarnya seperti dikutip dari NBC News.

"Kami ingin menyelidikinya lebih lanjut dan memutuskan untuk merahasiakannya sepenuhnya. Kami menghubungi ahli geologi, ahli biologi kelautan, dan ketika mereka mengatakan belum pernah melihat yang seperti ini, tentu saja, lebih banyak pemikiran muncul. Bisa jadi itu sesuatu yang sangat luar biasa yang kami temukan," rincinya.

Sifat misterius dari temuan tersebut memicu banjir spekulasi, sebagian netizen menduga itu bisa jadi sisa peradaban kuno, sebagian lain yakin itu adalah bangkai UFO, dan yang lainnya bahkan menduga itu bisa jadi senjata Nazi yang tersembunyi atau pintu masuk ke bunker rahasia Perang Dunia II.

Diduga Atlantis


Sementara itu, Lindberg sangat ingin mengemukakan gagasannya sendiri tentang apa kemungkinan objek tersebut.

"Ia memiliki formasi tangga yang sangat aneh, dan jika memang dibangun, ia pasti dibangun puluhan ribu tahun yang lalu sebelum Zaman Es," katanya dalam sebuah wawancara radio di 2012.

Sebagai konteks, puncak Zaman Es terakhir terjadi sekitar 20.000 tahun yang lalu. "Jika ini Atlantis, itu akan sangat menakjubkan," imbuh Lindberg, mengacu pada benua legendaris itu.

Namun, ia juga mengakui struktur itu juga bisa jadi merupakan formasi alami, seperti meteorit yang jatuh ke Bumi, atau gunung berapi bawah laut. Beberapa teori ini lebih dipercaya banyak orang dibandingkan yang lain.

Namun, selama bertahun-tahun para ahli tidak dapat sepakat tentang apa sebenarnya struktur tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Anomali Laut Baltik. Sementara sebagian besar peneliti menyimpulkan bahwa anomali itu terbuat dari batu, yang lain bersikeras bahwa sebenarnya, anomali itu terbuat dari logam.

Yang mendukung hipotesis terakhir adalah klaim yang dibuat oleh penyelam Stefan Hogerborn, yang merupakan bagian dari misi OceanX, dan Lindberg juga Asberg lah yang membuat penemuan ini.

Ia mengatakan bahwa peralatan listrik dan satelit mati setiap kali mereka berada terlalu dekat dengan objek tersebut. "Apa pun yang menggunakan listrik di luar sana, termasuk telepon satelit, berhenti berfungsi saat kami berada di atas objek tersebut. Lalu ketika kami menjauh sekitar 200 meter, lampu itu menyala lagi," ujar Hogerborn.

Sementara itu, ahli geologi Steve Weiner dari Texas University diduga melakukan uji coba pada anomali tersebut, yang membuatnya menyimpulkan bahwa anomali tersebut terbuat dari logam yang tidak dapat diproduksi oleh alam.

Selama bertahun-tahun, tim OceanX terus menyelidiki teka-teki tersebut, mengambil sampel dari situs tersebut dan bahkan, pada 2016, membuat film dokumenter tentang semua itu.

Batuan Vulkanik



Volker Brüchert, seorang ahli geologi dari Stockholm University, dilaporkan telah mempelajari beberapa sampel ini dan berkata, "Yang selama ini diabaikan oleh tim OceanX adalah bahwa sebagian besar sampel yang mereka angkat dari dasar laut adalah granit, gneis, dan batupasir."

Analisisnya sendiri mendorongnya untuk menegaskan bahwa tidak ada sesuatu yang misterius sama sekali mengenai objek itu. "Saya terkejut ketika meneliti material tersebut. Saya menemukan batu hitam besar yang kemungkinan merupakan batuan vulkanik," ujarnya.

Hipotesis saya adalah bahwa objek ini, struktur ini terbentuk selama Zaman Es ribuan tahun yang lalu.

Göran Ekberg, seorang arkeolog kelautan di Stockholm Maritime Museum, mengakui bahwa penampakan anomali itu 'aneh' karena berbentuk lingkaran penuh. Namun, ia menyebutkan, alam telah menghasilkan hal-hal yang lebih aneh dari itu.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli termasuk ahli geologi, ilmuwan, arkeolog kelautan dan bahkan ahli geomorfologi planet, menetapkan bahwa Anomali Laut Baltik adalah hasil dari fenomena yang terjadi secara alami.

Spesifikasi teori mereka berbeda-beda, tetapi mereka sebagian besar sepakat bahwa itu adalah sisa-sisa proses pergerakan gletser yang terjadi selama Zaman Es. Hipotesisnya mencakup kemungkinan bahwa batu itu terbuat dari batu pasir atau basal, batu yang terbentuk dari lava yang mengeras akibat gunung


Sisi Gelap Makhluk Mitologi Putri Duyung, Suka Mengorbankan Manusia

  Suaritoto    -  Putri duyung adalah makhluk mitologi setengah gadis dan setengah ikan atau ular laut. Wanita-wanita ini sering dikenal mis...